Kredit dan Pembiayaan Bank BTN Tumbuh 18,9% Menjadi Rp143 Triliun

Big Banner

JAKARTA, jktproperty.com – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (IDX: BBTN) mencatatkan kredit perseroan pada kinerja Triwulan I 2016 tumbuh diatas rata-rata industri nasional. Berdasarkan laporan keuangan per 30 Maret 2016 (unaudited) Bank BTN mencatatkan kredit dan pembiayaan tumbuh 18,9% atau dri Rp120 triliun pada periode yang sama tahun lalu, menjadi Rp143 triliun.

Menurut Dirut Bank BTN Maryono, pertumbuhan kredit pada Triwulan I-2016 ini sekaligus memperlihatkan bahwa permintaan masyarakat terhadap rumah masih cukup tinggi. Khusus untuk pasar Bank BTN, pertumbuhan kredit untuk triwulan I 2016 ini adalah potret permintaan masyarakat akan hunian kelas menengah bawah masih cukup tinggi.

“Kami optimistis dengan potret kinerja kredit triwulan I 2016, Bank BTN akan dapat memenuhi target yang ditetapkan sampai dengan akhir tahun 2016,” ujarnya usai paparan kinerja Triwulan I Tahun 2016 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk di Jakarta, Senin (25/34).

Menurut dia, perseroan juga berhasil mendorong Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 20% atau tumbuh menjadi sebesar Rp131 triliun dari posisi yang sama tahun 2015 sebesar Rp109 triliun. Pertumbuhan dana pihak ketiga ini juga melampaui rata-rata industri yang hanya tumbuh 6,9%.

Sementara itu Aset perseroan juga tumbuh 19,5% dari aset posisi yang sama tahun 2015. Pada triwulan I tahun 2016 Bank BTN berhasil mencatatkan Aset sebesar Rp178 triliun tumbuh dari aset periode yang sama tahun 2015 sebesar Rp149 triliun. Pertumbuhan aset ini berada diatas industri yang pertumbuhannya rata-rata hanya berada pada 7,6%.

Pada Triwulan I 2016 Bank BTN membukukan laba bersih sebesar Rp491 miliar. Laba perseroan ini tumbuh 22% dibanding perolehan laba periode yang sama tahun 2015 sebesar Rp402 miliar. Perolehan laba bersih perseroan ini juga berada diatas rata-rata industri dimana pada umumnya pada periode yang sama laba industri tumbuh secara melambat. Bank BTN berhasil memperoleh net interest income sebesar Rp1,8 triliun. Perseroan juga berhasil memupuk fee based income sebesar Rp262 miliar.

Sementara itu berdasarkan laporan keuangan Triwulan I 2016 tersebut perseroan berhasil menurunkan NPL menjadi 3,59% (gross) turun dari NPL periode yang sama sebesar 4,78%. NPL Nett perseroan sendiri tercatat 2,34%. Kami berhasil menekan NPL dibawah 4% pada triwulan I tahun 2016, sesuai dengan target perseroan untuk terus memperbaiki kualitas kredit dengan target NPL di bawah 3% pada akhir tahun 2016.

Rasio keuangan juga menunjukan hasil yang menggembirakan. Rasio CAR, NIM, ROA dan ROE perseroan masing-masing tercatat 16,50%, 4,59%, 1,56% dan 15,89%.

Kinerja Unit Usaha Syariah (UUS)

Syariah Bank BTN saat ini masih berstatus UUS (unit usaha syariah) dan berkinerja sangat baik. Berdasarkan laporan keuangan Triwulan I 2016 Aset UUS tercatat sebesar Rp14,7 triliun atau tumbuh dari aset posisi yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp11,4 triliun. Aset UUS ini tumbuh 29,5%. Sementara itu UUS juga berhasil meningkatkan Dana Pihak Ketiga menjadi sebesar Rp12 Triliun atau tumbuh dari tahun 2015 sebesar Rp8,9 triliun. Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga ini mencapai 34,4%.

UUS Bank BTN juga mencatatkan pembiayaan pada Triwulan I 2016 tumbuh 20,4% dibanding tahun 2015. Pada Triwulan I 2016 pembiayaan UUS tercatat sebesar Rp.11,6 Triliun atau tumbuh lebih baik dibanding tahun 2015 yang sebesar Rp9,6 triliun. Kemudian dari sisi keuntungan, UUS mencatatkan keuntungannya sebesar Rp.70.3 Milyar atau tumbuh 30% dari tahun 2015 yang sebesar Rp54 miliar.

Konsisten di Core Business

Bank BTN tetap konsisten terhadap core business-nya dalam bidang pembiayaan perumahan. Kinerja Perseroan sampai dengan Triwulan I tahun 2016 masih menunjukkan konsistensi Bank BTN pada bisnis utamanya tersebut. Ini dapat dilihat dari porsi pembiayaan pada kredit perumahan masih mendominasi dengan komposisi 90,29% atau sebesar Rp129 triliun dari total kredit yang disalurkan Perseroan sebesar Rp.143 triliun. Sementara sisanya yang sebesar 9,7% atau sebesar Rp13,8 triliun disalurkan untuk pembiayaan kredit non perumahan.

Bank BTN berdasarkan paparan kinerja Triwulan I 2016 tercatat masih menjadi pemimpin pasar pembiayaan perumahan di Indonesia dengan penguasaan pangsa pasar total KPR sebesar 31%. Sementara untuk segmen KPR subsidi, peran Bank BTN sangat dominan dengan menguasai pangsa pasar 97% dari total penyaluran FLPP tahun 2015.

Untuk program satu juta rumah tahun 2016 sampai dengan Triwulan I 2016 telah terealisasi 58.712 unit rumah terdiri dari rumah subsidi 44.449 unit dan rumah non subsidi 14.263 unit. Total kredit yang sudah disalurkan Bank BTN untuk mendukung pembiayaan 58.712 gunit adalah sebesar Rp.7,6 Triliun. Bank BTN memberikan komitmen untuk mendukung program sejuta rumah tahun 2016 sekitar 570.000 unit rumah. :Kami optimis target ini akan terlampaui sampai dengan akhir tahun 2016,” tegas Maryono.

Sementara itu menyinggung soal holding BUMN di bidang perbankan Maryono menyambut baik langkah yang dilakukan Kementrian BUMN untuk membentuk investment holding yang akan berdampak positif bagi bank-bank BUMN dalam melakukan dominasi pasar domestik, meningkatkan leverage dan kemandirian keuangan serta efisiensi dan integrasi.

“Dengan langkah ini BTN ke depan diharapkan akan menjadi bank yang besar dengan fokus bisnis untuk mendukung program pemerintah dalam sejuta rumah,” tandas Maryono. (EKA)

jktproperty.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me