Antisipasi “Long Weekend”, LMS Siapkan 32 Gardu Tol

Big Banner

SUBANG, KOMPAS.com – PT Lintas Marga Sedaya (LMS), operator Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) menyiapkan langkah antisipatif guna menghadapi lonjakan lalu lintas pada masa long weekend yang jatuh pada tanggal 5-8 Mei 2016.

Antisipasi tersebut antara lain dengan membuka maksimal gerbang-gerbang tol utama sesuai fluktuasi lalu lintas, yakni 15 gardu di Gerbang Tol (GT) Cikopo dan 11 gardu di GT Palimanan serta tambahan 6 gardu satelit.

Bukan hanya itu, LMS juga akan menambah personil di dua GT tersebut dari yang biasanya 90 orang menjadi 140 orang kala long weekend tiba.

“Kita juga menambah jumlah uang kembalian dari normalnya Rp 750 juta per hari menjadi Rp 1 miliar per hari,” kata Wakil Direktur Utama PT LMS, Hudaya Arryanto, di Subang, Senin (25/4/2016).

Antisipasi lainnya adalah dengan melakukan efisiensi waktu dari segi pembayaran tol dengan menghimbau menggunakan uang pas atau secara non tunai.

LMS telah menerapkan sistem pembayaran non-tunai di ruas Tol Cipali sejak akhir Maret lalu. Untuk itu, LMS menjalin kerjasama dengan Bank Central Asia (BCA) dengan penggunaan Kartu Flazz sebagai salah satu alat pembayaran di GT Cipali.

Sistem pembayaran elektronik yang dibangun LMS bersifat terbuka dan multibank. Ke depannya LMS akan memperluas kerjasama e-payment dengan bank-bank yang memiliki izin penyelenggaraan pembayaran elektronik.

Ridwan Aji Pitoko/Kompas.com Gerbang Tol Palimanan, bagian dari Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) yang dibangun PT Lintas Marga Sedaya.

“Masyarakat dapat membantu mempercepat transaksi di gerbang-gerbang Tol Cipali dengan mempersiapkan uang pas atau dengan membayar secara non-tunai menggunakan Kartu Flazz BCA,” tandas Hudaya.

Kenaikan dua kali lipat

LMS sendiri memrediksi akan ada kenaikan volume lalu lintas di Tol Cipali hingga dua kali lipat dari hari biasa.

“Normalnya yang melewati Tol Cipali pada hari biasa itu 12.000 sampai 15.000 kendaraan per hari. Saat long weekend nanti bisa mencapai 30.000 kendaraan per hari,” kata Hudaya. 

Hudaya menambahkan, kendaraan mulai mengalir pada Rabu, 4 Mei 2016 dan mengalami puncaknya saat Jumat, 6 Mei 2016.

Sementara itu untuk arus balik, Hudaya memperkirakan terjadi pada Sabtu siang tanggal 7 Mei 2016 hingga Senin dinihari tanggal 9 Mei 2016.

“Pada puncak arus balik, lalu lintas yang keluar Gerbang Tol Cikopo bisa 2,5 kali lebih banyak dari volume normal menjadi 38.000 kendaraan per hari,” jelasnya.

Oleh sebab itu, Hudaya menghimbau agar masyarakat berlaku bijak dalam mengambil keputusan untuk pulang ke Jakarta demi menghindari penumpukan kendaraan di Gerbang Tol Cikopo.

“Masyarakat jangan semua memilih pulang pada Minggu malam atau Senin dinihari karena itu bisa menyebabkan kemacetan panjang,” tambahnya.

 

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me