Pulau Jawa Berpotensi Kelangkaan Air

Big Banner

Pulau Jawa berpotensi besar mengalami kelangkaan air lantaran hanya mempunyai ketersediaan air permukaan sebanyak empat persen. Hal ini tidak diimbangi dengan jumlah penduduk yang tinggal di Pulau Jawa sebanyak 60 persen dari keseluruhan populasi di Indonesia.

Waluyo Hatmoko, Profesor Riset Bidang Teknik Konservasi dan Tata Air menjelaskan, ketersediaan air permukaan di Indonesia berkisar 3.960 miliar kubik per tahun, namun Jawa hanya memiliki sebesar empat persennya saja. Ini mengindikasikan bahwa Pulau Jawa berpotensi besar mengalami kelangkaan air.

Terdapat dua indeks kelangkaan air yaitu Indeks jumlah air per kapita per tahun dan Indeks Penggunaan Air (IPA). Beruntung, ketersediaan air yang dimiliki Indonesia tertinggi di dunia, hanya saja air yang ada tidak merata di setiap daerah.

BACA JUGA : 5 CARA MEMBUAT KONDISI RUMAH LEBIH RAMAH LINGKUNGAN

Berdasarkan data yang disampaikan, Indeks Air per-Kapita Indonesia sebesar 15.631 meter kubik per orang per tahun, melebihi China dan India. Sedangkan Indeks Air per-Kapita di Jawa sebanyak 1.168 meter kubik per orang, namun karena konsumsinya lebih dari 1.700 meter kubik per orang, maka hal ini yang menyebabkan kelangkaan air.

“Kalau dilihat dari IPA, Indonesia masih berada pada kondisi tidak kritis kecuali Pulau Jawa yang masuk kategori kritis ringan,” terang Waluyo.

Kelangkaan air teradi karena ulah manusia itu sendiri yang memakai air secara berlebihan dan terbuang sia-sia, tidak melestarikan hutan secara berkesinambungan, dan tidak mengelola air dengan baik. Meski begitu, kelangkaan air dapat diatasi dengan manajemen ketersediaan air yang baik.

Manajemen ketersediaan air yang baik pada prinsipnya menambah jumlah air yang tersedia untuk mencapai pemenuhan kebutuhan air.

“Konsep permanenan air dapat diterapkan pada daerah banjir, sawah tadah hujan, tampungan makro-mikro dan atap permukiman,” tutupnya.

rumahku.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me