Pengembang Harapkan Suku Bunga KPR Turun

Big Banner

WE Online, Bandung – Para pengembang perumahan berharap kebijakan BI Rate dengan tenor tujuh hari yang akan diberlakukan diikuti dengan penurunan suku bunga khususnya untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

“Kami mencermati dan mengikuti kebijakan pemerintah, dan berharap adanya kebijakan suku bunga itu nantinya diikuti dengan penurunan suku bunga kredit, khususnya untuk KPR sehingga bisa meringankan konsumen,” kata Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Asosiasi Pengembang Perumahan Rakyat Seluruh Indonesia (AP2ERSI) Ferry Shandiyana di Bandung, Senin (25/4/2016).

Menurut dia, kebijakan mengubah tenor BI Rate, yang semula 12 bulan menjadi 7 hari, bernama BI Rate Seven Day Reserve Repo Rate berharap suku bunga tidak tinggi. Ia menyebutkan pemberlakuan BI Rate dengan tenor tujuh hari yang besarnya 5,5 persen itu bisa mengakibatkan fluktuasi suku bunga acuan.

“Apakah perbankan siap melakukan perubahan suku bunga setiap pekan,” katanya.

Pasalnya, kata dia perubahan suku bunga setiap pekan bukan hal yang mudah karena perubahan itu mengharuskan lembaga keuangan melakukan penghitungan.

“Dengan tenor 12 bulan saja perbankan melakukan perhitungannya tidak mudah, apalagi dengan tenor yang berubah setiap pekan. Itu harus dipersiapkan,” katanya.

Menurut dia, kebijakan itu tidak akan banyak berefek kepada sektor perumahan, kecuali ada ketegasan penurunan suku bunga terutama untuk KPR.

“Kami menunggu dan terus mencermati. Para pengembang mengikuti peraturan yang menjadi ketetapan pemerintah,” kata Ferry yang juga Ketua Kadin Kabupaten Bandung itu. (Ant)

Penulis: ***

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Sufri Yuliardi

Tag: Properti

wartaekonomi.co.id

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me