Jadi Monaco of Asia, Investasi Hotel di Danau Toba Menjamur

Big Banner

JAKARTA – Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya menyiapkan sejumlah terobosan untuk mengembangkan 10 destinasi utama Indonesia. Salah satunya adalah kawasan wisata Danau Toba yang diklaim akan menjadi ‘Monaco of Asia’.

Sejak dimulainya pengembangan kawasan wisata tersebut, arus investasi pun mulai berjalan. Tenaga Ahli Kemenko Maritim dan SD Bambang Susanto P menuturkan, masuknya investasi di dorong oleh majunya infrastruktur di kawasan Sumatera Utara.

Bambang menyebut, saat ini Bandara Silangit yang letaknya tidak jauh dari Danau Toba sudah bisa digunakan. Sehingga wisatawan tidak lagi melalui Bandara Kuala Namu dan menempuh jalur darat untuk sampai ke Danau Toba. (Baca juga: Bangun Hotel, AP II Investasi Rp400 Miliar)

“Kami ingin sampaikan bahwa untuk Danau Toba, Bandara Silangit sudah ada penerbangan dari Jakarta ke sana,” papar dia di Kantornya, Selasa (26/4/2016).

Salah satu investasi yang masuk adalah pembangunan hotel dengan 1.000 kamar. Namun pihaknya tidak menyebut nama developer yang membangun. “Sudah ada investasi hotel dengan 1.000 kamar di sana, ini sudah jadi putaran ekonomi di Danau Toba cukup bagus,” sebutnya.

Saat ini, pihaknya mengaku tengah mengembangkan revitalisasi air Danau Toba yang sedikit tercemar oleh limbah pabrik di sekitar Danau Toba. Guna mempercepat pengembangan ini, Bambang menuturkan, Peraturan Presiden (Pepres) mengenai Danau Toba sudah masuk meja Sekretaris Negara dan siap diterbitkan. (Baca juga: Hotel 300 Kamar Lengkapi Terminal 3 Bandara Soetta)

“Pengembangan lingkungan air di Danau Toba, sehingga air danau kembali sehat, termasuk kualitas air di situ, pembangunan lain yang dicanangkan Presiden sudah on track semuanya saat ini Rancangan Pepres sudah ada di Sekneg, praktis Danau Toba sudah bisa bergulir,” cetusnya.

property.okezone.com