PDA Minta Rumah Raden Saleh Bisa Diakses Masyarakat Luas

Big Banner

JAKARTA – Pusat Dokumentasi Arsitektur (PDA) berharap agar setelah dilakukan konservasi, Rumah Raden Saleh yang dibangun sejak 1880 dapat dinikmati oleh masyarakat umum sebagai salah satu cagar budaya.

Menurut Arsitek Arya Abieta dari PDA, sangat disayangkan apabila rumah bernilai sejarah tinggi itu hanya digunakan oleh kalangan pemilik bangunan, yakni Yayasan Persatuan Gereja Indonesia (PGI) saja. (Baca juga: Konservasi Tahap Kedua Rumah Raden Saleh Terkendala Dana)

“Kita tentunya akan meminta mereka (PGI) lebih mempublish ya, sehingga publik bisa pakai apakah buat pameran, acara-acara bersama-sama, nantinya sayang kalau sudah dilestarikan diperbaiki tapi cuma dipakai sendiri,” ujarnya, di kawasan Rumah Raden Saleh, di Jakarta, Selasa (26/4/2016).

Meski begitu, kata Arya, saat ini pemanfaatan bangunan sebagai pusat pelayanan kesehatan atau rumah sakit tidak menjadi masalah, karena hal itu menurut dia bukan suatu yang bertentangan.

“Boleh saja tetap jadi rumah sakit, karena pelestarian dan rumah sakit tidak ada yang bertentangan, semua jalan saja, bahkan pihak RS bilang kenapa tidak kita bikin Art Village,” ujar dia.

Arya menambahkan, gedung itu nantinya masih akan bisa digunakan untuk kegiatan yang berhubungan dengan kesehatan tanpa harus memisahkan dengan pelestarian. (Baca juga: Rumah Pahlawan Raden Saleh Direnovasi Kedubes AS)

Untuk diketahui, Rumah Raden Saleh difungsikan sebagai rumah sakit saat masa kependudukan Jepang di Indonesia.

Setelah Indonesia merdeka, pengelolaan dikembalikan ke yayasan lama yang kemudian diberikan kepada Dewan Gereja Indonesia yang sekarang menjadi PGU.

property.okezone.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me