Ini Progres Pembangunan Tol Trans Jawa Ruas Semarang-Solo

Big Banner

SEMARANG, KOMPAS.com – Jalan Tol Semarang-Solo yang terdiri dari lima seksi kini hanya menyisakan tiga seksi untuk dibangun.

Sebelumnya, jalan tol yang termasuk Jaringan Tol Trans Jawa sepanjang 72,64 kilometer telah mengoperasikan dua seksi pertama.

Seksi I ruas Semarang-Ungaran sepanjang 10,8 kilometer telah beroperasi pada 17 November 2011. Sedangkan Seksi II ruas Ungaran-Bawen sepanjang 12 kilometer telah dioperasikan pada tanggal 11 April 2014.

Sementara itu untuk Seksi III ruas Bawen-Salatiga sepanjang 17,5 kilometer saat ini tengah dilakukan pengadaan lahan dan pengerjaan konstruksi.

“Secara total, progres fisik pembangunan Seksi III ini baru 36,9 persen dengan pembebasan lahan telah mencapai 92,7 persen,” kata Direktur Teknik Operasi PT Trans Marga Jateng (TMJ), Ari Irianto, di Semarang, Selasa (26/4/2016).

Progres fisik tersebut diakui Ari belum termasuk pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat (PUPR).

“Kalau termasuk itu bisa lebih besar lagi progresnya bisa sampai 50 persen,” tambahnya.

Kendala pembebasan lahan diakui Ari akibat masih adanya beberapa lahan milik desa (Tanah Kas Desa) dan lahan milik Warga Terkena Proyek (WTP) yang sempat terhenti akibat peralihan peraturan sejak 1 Januari 2016.

Regulasi yang digunakan saat ini adalah Undang-Undang (UU) tentang Pengadaan Tanah yang baru yaitu UU no.2 tahun 2012.

“Agar ruas Bawen-Salatiga ini dapat difungsikan sementara untuk melayani arus mudik dan balik Hari Raya Lebaran 2016, kami berharap Iahan dapat dibebaskan 100 persen clean and clear pada April 2016,” tambahnya.

Selain terkendala lahan, Manajer Proyek Tol Semarang-Solo Seksi 3 Ruas Bawen-Salatiga, Indriyono mengatakan curah hujan yang tinggi membuat konstruksi agak terganggu.

Seksi III Bawen-Salatiga terbagi dalam enam paket pengerjaan. Rinciannya, empat paket dikerjakan oleh PT TMJ dan dua paket dikerjakan oleh Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR sebagai bagian dari dukungan pemerintah.

Ridwan Aji Pitoko/Kompas.com Konstruksi Jembatan Tuntang sepanjang 370 meter yang merupakan bagian dari Seksi 3 Tol Semarang-Solo yang menghubungkan ruas Bawen-Salatiga, Selasa (26/4/2016).

Hingga awal Triwulan II Tahun 2016, untuk Paket 3.1 Ruas Bawen-Polosiri yang dikerjakan oleh PT Adhi Karya (Persero) Tbk, progres fisiknya baru mencapai 31,991 persen.

Sementara untuk Paket 3.2 Ruas Polosiri-Sidorejo yang digarap oleh PT PP (Persero) Tbk., progres fisiknya mencapai 43,652 persen.

Sedangkan Paket 3.3B Jembatan Kali Sanjoyo yang semula masuk dukungan pemerintah kini dilaksanakan oleh PT TMJ melalui kontraktor PT PP (Persero) Tbk., progres fisiknya sudah mencapai 61,253 persen.

Terakhir, progres fisik pembangunan paket 3.3D Sidorejo-Tengaran yang dikerjakan oleh PT Nindya Karya (Persero) KSO dengan PT Jaya Konstruksi baru mencapai 28,068 persen.

Selanjutnya, untuk Seksi IV Ruas Salatiga-Boyolali sepanjang 24,40 kilometer saat ini sedang dalam tahap pembebasan lahan dengan progres baru mencapai 36,46 persen.

Sedangkan Seksi V Ruas Boyolali-Kartasura sepanjang 7,64 kilometer juga masih dalam tahap pembebasan Iahan dengan progres sebesar 43,92 persen.

“Kami harap keseluruhan seksi pada Jalan Tol Semarang-Solo dapat selesai dibangun pada akhir tahun 2017 dan beroperasi pada awal tahun 2018,” pungkas Ari.

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me