8 Pokok Penting Sebelum Ambil KPR

Big Banner

Kredit pemilikan rumah (KPR) menjadi skema yang banyak dipilih masyarakat saat ini untuk bisa memiliki produk properti. Kelebihan KPR tak lain adalah kita tidak perlu lama menabung hingga terkumpul uang sebanyak harga properti tersebut.

Perlu kamu tahu, KPR merupakan kategori kredit konsumtif. Jadi, peruntukkannya pun harus untuk kegiatan yang bersifat konsumtif, bukan produktif.

Buat kamu yang ingin membeli properti secara KPR, ada baiknya mengetahui terlebih dahulu apa saja yang harus menjadi pertimbangan. Berikut delapan pokok penting yang perlu kamu perhatikan sebelum memilih KPR:

Baca juga: “KPR” untuk Para Freelancer

1. Besarnya Plafon KreditCari informasi berapa dana yang kamu butuhkan. Hal ini untuk memudahkan kamu memilih bank yang tepat, jumlah limit pinjaman, atau plafon yang diberikan pihak bank nantinya.

2. Perhitungan Suku BungaJangan langsung tergoda memilih suku bunga yang rendah. Pastikan kamu mengetahui cara perhitungan suku bunga sebelum memutuskan memilih KPR (flat, annuity, effective).

Mintalah terlebih dahulu simulasi tabel cicilan yang menunjukkan besarnya cicilan bulanan dan sistem suku bunga yang digunakan. Apakah suku bunga tetap (fix) atau mengambang (floating).

Suku bunga fix dipatok pada tingkat tertentu selama masa kredit. Sedangkan yang floating didasarkan pada suku bunga di pasar uang domestik maupun internasional.

Baca juga: Hati-Hati sebelum Pindahkan KPR ke Bank Lain!

3. Masa Pinjaman KPRMayoritas bank akan memberikan masa pinjaman KPR hingga maksimal 15 tahun, namun ada juga yang sampai 20 tahun. Jika ingin memperpanjang masa tenor kredit, kamu dapat mengurangi besarnya cicilan setiap bulannya.

4. CoverageBerapa banyak jumlah developer yang bekerja sama dengan Bank tersebut? Kian banyak jumlah developer yang bekerja sama, akan semakin bagus. Begitu pula dengan luasnya jangkauan KPR.

5. Lama Proses PengajuanKetahui juga berapa lama proses pengajuan berlangsung? Pada umumnya proses pengajuan sekitar dua minggu sampai satu bulan. Untuk itu, penting sekali kamu menanyakan terlebih dahulu berapa lama proses yang dibutuhkan saat pengajuan.

Baca juga: Pilih KPR Suku Bunga Tetap atau Tak Tetap?

6. Biaya Pinalti Pelunasan KPRSering kali saat mengajukan KPR, kamu lupa menanyakan besarnya biaya yang dikenakan apabila ingin melunasi sebagian atau seluruh pinjaman sebelum jangka waktu KPR berakhir.

Karena itu, cari tahu apakah pemberi KPR mengizinkan pelunasan di awal? Hal ini penting agar saat memiliki dana lebih, dan ingin melunasi di awal, kamu tidak dikenakan biaya penalti.

7. Fitur TambahanSaat ini sebagian besar bank memberikan fasilitas tambahan pada produk KPR-nya untuk membantu para pemohon kredit. Seperti asuransi kebakaran untuk rumah, kredit multiguna yang dapat kamu gunakan untuk renovasi rumah, serta penambahan limit KPR.

Baca juga: Tiga Alasan KPR Ditolak Bank

8. Biaya Administrasi KPRHal lain yang sering diabaikan oleh para debitur saat mengajukan KPR adalah biaya administrasi. Biaya administrasi KPR meliputi provisi, administrasi bank, notaris/PPAT, pengecekan sertifikat, pengikatan jaminan, balik nama, serta asuransi jiwa kredit dan kerugian kredit.

Untuk memudahkan dalam mengatur cash flow pembayaran uang muka rumah nantinya, pastikan kamu mengetahui terlebih dahulu jumlah total biaya administrasi yang dikenakan saat pengajuan.

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me