Developer Masih Enggan Bangun Properti untuk Asing

Big Banner

Kendati aturan mengenai kepemilikan properti untuk Warga Negara Asing (WNA) sudah disahkan, namun pengembang masih enggan membangun hunian untuk mereka. Artinya, kebijakan tersebut masih belum memberi dampak apa-apa.

Salah satu pihak yang mengakui hal tersebut adalah PT. Metropolitan Kentjana Tbk, (MKPI). Kepada Rumahku.com, Jeffri S. Tanudjaja, Vice President Director MKPI mengatakan bahwa masih belum ada pengembang yang membangun hunian untuk fokus mengincar WNA.

“Coba sebutkan di mana? Masih belum ada kan? Karena rata-rata mereka sudah memiliki land bank dengan status HGB (Hak Guna Bangunan), sementara salah satu syarat properti yang dimiliki oleh asing itu kan harus properti Hak Pakai,” terang Jeffri ketika ditemui pada acara topping off Pondok Indah Residene di PIM 2, Jakarta, Minggu (24/04).

BACA JUGA : SEHARGA MILIARAN RUPIAH, PONDOK INDAH RESIDENCE TERJUAL 80 PERSEN

Lantas mengapa tidak diubah statusnya menjadi Hak Pakai?

Lebih lanjut lagi Jeffri menegaskan, status HGB posisinya lebih tinggi ketimbang Hak Pakai. Jika diubah, artinya status tersebut harus di-down grade. Itulah yang membuat banyak pengembang enggan.

“Mengapa harus diturunin kalau sudah HGB? Setidaknya menurut kami, untuk saat ini pengesahan aturan kepemilikan properti asing masih belum berdampak apa-apa. Seandainya memang ada WNA yang tertarik dengan Pondok Indah Residence, mereka sewa aja,” tegasnya.

Jika dilihat secara keseluruhan pada kuartal pertama tahun 2016 ini, sektor properti juga dinilai Jeffri meningkat. Hal itu tampak pada penjualan Pondok Indah Residence yang sudah mencapai angka 80 persen.

Pondok Indah sendiri memiliki total lahan pengembangan seluas 460 hektare dengan area yang sudah dikembangkan seluas 400 hektare.

rumahku.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me