Harga Rumah Pondok Indah Terkoreksi

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Belum pulihnya kondisi perekonomian nasional dan kontrol yang cukup ketat terhadap transaksi  properti membuat sektor ini cukup tertekan. Harga properti yang dua tiga tahun lalu meroket perlahan melandai dan tidak sedikit yang anjlok. Contohnya Pondok Indah, Jakarta Selatan, harga rumah di kawasan elit ini terkoreksi cukup tajam. Padahal sebelumnya harganya terus melambung karena suplainya terbatas dan hanya rumah seken. Pengembangnya PT Metropolitan Kentjana tidak lagi memasarkan rumah tapak karena lahannya sudah habis. Kini yang dipasarkan hanya apartemen.

rumah seken pinang emas

R Sunindyo, seorang profesional di bidang rancang bangun, mendapatkan penawaran harga cukup miring dari seorang broker di kawasan Pondok Indah (PI). Ia ditawari rumah di kawasan Pinang Emas seharga Rp4 miliaran. Kondisi rumahnya standar, belum direnovasi.  Menurut brokernya harga pasar rumah tersebut  tadinya Rp5 miliar. Jika benar seperti itu berarti harganya terkoreksi 20 persen. Pinang Mas merupakan blok rumah kecil di Pondok Indah yang dikembangkan paling awal. Rata-rata lebar kavelingnya tujuh meter.

Namun kondisi seperti itu ditepis Jefri S. Tanudjaja, Wakil Direktur Utama PT Metropolitan Kentjana Tbk. Ia mengakui melemahnya sektor properti saat ini memang berimbas pada harga jual. Tapi dampaknya sebatas tidak naik harga bukan penurunan harga. “Yang kami pantau untuk properti seken di PI (harganya) belum turun, mungkin beberapa kasus ada yang jual lebih murah. Di pasar seken ada saja yang menjual di bawah harga pasaran tapi secara umum harganya tidak turun,” ujarnya kepada housing-estate.com di Jakarta, Selasa (26/4).

Ia menyebutkan apartemen yang tengah dipasarkan, Pondok Indah Residence, sampai sekarang harganya masih naik terus. Sejak dipasarkan Juni 2014 harganya naik 20 persen atau 10 persen per tahun. “Properti masih tetap menguntungkan walaupun kenaikannya tidak seperti era sebelumnya, tapi paling tidak masih di atas rata-rata bunga deposito sehingga masih cukup menarik untuk instrumen investasi,” pungkasnya.

housing-estate.com