Beli Rumah Bekas Lewat Broker

Big Banner

JAKARTA – Tidak semua orang memahami dengan baik hal-hal teknis dan detail seputar transaksi membeli rumah bekas atau seken. Ketidakpahaman ini akan menimbulkan risiko pada kemudian hari. Karena itu, apabila berniat mencari hunian bekas, tidak ada salahnya menggunakan jasa agen properti atau broker yang dapat mengantisipasi risiko tersebut.

Membeli atau menjual rumah, bukanlah perkara mudah. Karena dalam melakukannya, tentu akan melibatkan transaksi yang nilainya tidak sedikit. Maklum saja, urusan penjualan properti, nilainya bisa mencapai ratusan, atau bahkan miliaran rupiah. Untuk memudahkan Anda dalam melakukannya, kini terdapat banyak jasa broker properti yang siap membantu. Tak tanggung-tanggung, para agen properti bertebaran.

Tak hanya di kota besar, di desa pun broker banyak beroperasi. Mulai broker properti waralaba asing hingga lokal. Meski demikian, di Indonesia, bisa dikatakan bahwa menggunakan jasa broker properti belum terlalu populer seperti di negara lain yang lebih dulu mengenal jasa ini. Lantas, apa saja kelebihan dan kekurangan menggunakan jasa broker properti? (Baca juga: Trik Mendapatkan Rumah Bekas untuk Investasi)

Untuk kelebihannya, pertama, Anda sebagai pemilik properti akan terima beres tanpa bersusah payah menawarkan produk. Itu karena semua akan dilakukan oleh broker properti. Mulai sekadar melihat properti, menegosiasikan harga, dan menyelesaikan surat-menyurat terkait legalitas transaksi.

Lalu, kemungkinan laku lebih cepat. Salah satu keuntungan menggunakan jasa broker properti adalah kecepatan penjualan properti. Sangat mungkin bahwa transaksi bisa berlangsung dalam waktu dua sampai tiga bulan atau lebih cepat. Sementara, tanpa jasa agen properti profesional, bisa jauh lebih lama dari itu.

Hal ini tidak mengherankan. Sebab, seorang agen properti profesional pasti telah memiliki banyak relasi tentang calon pembeli potensial. Mereka tinggal menyesuaikan tipe atau segmen properti itu dengan kebutuhan calon pembeli. Selain itu, broker properti akan menjalankan sejumlah cara agar transaksi berlangsung cepat.

Misalnya memasang banner “Dijual” di properti yang ditransaksikan ataupun di lokasi strategis lain. Mereka juga akan mempromosikan properti via situs properti. Harga penjualan rumah bekas melalui broker juga pas. Rata-rata broker memiliki kemampuan teknis memadai untuk menaksir harga properti. Dengan kalkulasi mumpuni, harga yang ditawarkan ke calon pembeli rumah pun menjadi tak terlalu murah atau mahal.

Dengan menggunakan jasa broker properti, Anda akan terbebas dari gangguan telepon. Itu karena calon pembeli akan menghubungi broker terlebih dahulu untuk bertanya-tanya mengenai properti Anda. Jika terjadi kesepakatan, Anda baru kemudian dihubungi untuk bertemu dengan pembeli tersebut.

Meskipun begitu, menggunakan agen properti juga memiliki kekurangan. Misalnya, Anda harus memberikan komisi. Untuk menggunakan jasa broker, tentu ada komisi untuk tiap transaksi yang terjadi. Besar komisi biasanya sekitar 2% hingga 3% dari harga jual atau tergantung kesepakatan bersama. Misalnya, jika rumah yang dijual senilai Rp900 juta, komisi yang harus diberikan sang pemilik properti adalah sekitar Rp18 juta hingga Rp27 juta.

Permasalahannya adalah untuk sebagian pemilik rumah di Indonesia, komisi sebesar itu cukup berarti. Karena itu, mereka memilih tidak menggunakan jasa broker properti. Dalam hal ini, bisa saja ada kerugian yang didapat seperti harga terlalu rendah atau waktu penjualan terlalu lama. Selain itu, bersifat mengikat. Menggunakan jasa broker berarti ada kesepakatan yang bersifat mengikat.

Apalagi jika agen tersebut bernaung di bawah perusahaan agen properti berbadan hukum. Umumnya, jika ada pembeli datang tanpa melalui broker, maka proses jual-beli tetap akan melibatkan broker tersebut. Terdapat juga risiko penipuan yang bisa dilakukan oknum agen. Mencari broker properti berkualitas memang gampang-gampang susah. Kadang bisa saja pemilik rumah dilayani broker yang kualitasnya sedang-sedang saja ataupun kurang efektif.

Selain itu, bila sembarangan memilih broker, maka bisa berisiko mengalami penipuan. Oleh sebab itu, Anda harus selektif memilih broker. Jangan sampai agen yang Anda pilih ternyata tidak serius membantu dan ingin menipu. Misalnya, dia meminta sertifikat asli untuk disalahgunakan.

property.okezone.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me