Beli Rumah dengan KPR Subsidi

Big Banner

JAKARTA – Mengambil kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi akan sangat membantu Anda yang memiliki penghasilan yang terbatas dan tengah membutuhkan tempat tinggal. Namun, sebelum memutuskan untuk membeli rumah bersubsidi, pastikan terlebih dahulu Anda mengetahui kelebihan dan kekurangannya.

Ketika memutuskan membeli rumah bersubsidi dari pemerintah, Anda harus tetap teliti. Memang, kesempatan yang diberikan pemerintah melalui program KPR FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) ini sangat sayang bila dilewatkan begitu saja. Apalagi untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang memang berhak memperoleh kredit rumah bersubsidi ini. (Baca juga: Pacu Bisnis KPR, Mandiri Luncurkan KPR 8,5%)

Umumnya, harga rumah bersubsidi telah dipatok di kisaran harga tertentu. Dengan asumsi pembayaran yang terjangkau per bulannya serta tenor panjang 10 hingga 20 tahun, maka rumah bersubsidi bisa menjadi solusi bagi MBR yang ingin memiliki rumah. Dari sisi lain, jumlah pemohon rumah bersubsidi, baik rumah maupun rusun semakin meningkat.

Kendati begitu, sebagai calon pembeli, ada baiknya Anda mengetahui terlebih dahulu kekurangan dan kelebihan membeli rumah bersubsidi. Kelebihan membeli rumah bersubsidi dari pemerintah, di antaranya, pertama, harga terjangkau.

Seperti diketahui, rumah bersubsidi diperuntukkan bagi MBR. Jadi, harganya pasti disesuaikan dengan kemampuan kantong MBR. Biasanya, Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) memberi bocoran harga jual rumah bersubsidi yang akan dibangun di beberapa kota di Indonesia.

Harga per unit rumah subsidi pun berbeda dari kota satu dengan kota lainnya. Kelebihan lainnya adalah pengembang atau developer nya tepercaya. Banyak developer yang turut bekerja sama dalam program Kemenpera ini. Mereka umumnya telah terdaftar di beberapa perkumpulan resmi seperti Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) dan Real Estate Indonesia (REI).

Selain itu, meski tergolong kecil, developer tersebut sudah memiliki beberapa proyek perumahan di kawasan lain yang telah rampung atau masih dalam proses penjualan. Karena itu, risiko adanya developer nakal pun sangat kecil. Rumah subsidi juga umumnya terletak di lokasi potensial. Biasanya, rumah bersubsidi berlokasi di kawasan industri yang sedang dan akan berkembang nantinya.

Kawasan-kawasan yang berada di dekat kawasan industri cepat sekali mengalami perkembangan dan akan menjadi kawasan strategis untuk dihuni. Jarak menuju kawasan industri dari lokasi perumahan pun tidak terlampau jauh, hanya sekitar tujuh hingga 15 kilometer. Karena itu, bagi warga yang bekerja di kawasan tersebut, lahan perumahan bersubsidi menjadi kawasan strategis untuk dihuni.

Keuntungan lainnya adalah bukan rumah inden. Tidak perlu cemas terhadap tangan-tangan nakal pengembang. Itu karena Kemenpera telah mengatur sedemikian rupa bahwa tidak ada sistem rumah inden untuk program rumah bersubsidi. Semua rumah sudah siap dihuni (ready stock ), untuk menyikapi kasus risiko gagal terbangun. (Baca juga: Kredit Perumahan di Yogyakarta Tumbuh 12%)

Calon pembeli bisa mengecek langsung kondisi rumah di lokasi bersangkutan untuk memastikan bahwa rumah-rumah di lokasi tersebut telah terbangun baik dan terencana. Mendapatkan rumah subsidi juga biasanya syaratnya mudah. Untuk mendapatkan rumah bersubsidi dari pemerintah, syarat yang harus dipenuhi tidaklah begitu sulit. Dalam Peraturan Kemenpera Nomor 3 Tahun 2014, disebutkan bahwa bila calon pembeli ingin membeli secara KPR FLPP, maka harus memenuhi persyaratan.

Antara lain WNI berusia minimal 21 tahun, memiliki penghasilan tetap dengan maksimal penghasilan Rp4 juta untuk rumah tapak dan maksimal Rp7 juta untuk rumah sejahtera susun, memiliki NPWP, menyerahkan fotokopi SPT dan PPh, belum memiliki rumah pribadi, serta belum pernah menerima subsidi pemerintah untuk proses pemilikan rumah.

property.okezone.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me