Ekspor Jasa Konstruksi Tembus Rp6 Triliun

Big Banner

BALI – Ekspor Jasa Konstruksi Indonesia ditargetkan tembus angka Rp6 triliun pada periode tahun 2015-2016. Capaian tersebut naik sekira Rp3 triliun dari periode 2014-2015

Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR, Yusid Toyib mengatakan, pada 2015 lalu Indonesia menyasar ekspor jasa konstruksi ke beberapa negara di benua Asia dan Afrika. Hingga saat ini data pasar ekspor konstruksi utama Indonesia beberapa negara di antaranya, Arab Saudi, UEA, Qatar, Aljazir, Libya, Myanmar, Philippines, Brunei, Malaysia, dan Timor Leste. (Baca juga: Pemerintah Bahas DIM RUU Jasa Konstruksi dengan Komisi V DPR)

“Mayoritas kontraktor yang mengerjakan dari BUMN dan beberapa oleh swasta,” katanya seperti dilansir laman Kementerian PUPR, Rabu (27/4/2016).

Sementara itu, pasar ekspor konstruksi di Asia sendiri seperti GCC / Gulf Cooperation Council / Dewan Kerjasama Negara Arab di Teluk sekira USD2 triliun di mana separuhnya di Arab Saudi. Sedangkan untuk pasar konstruksi di ASEAN yakni sekitar USD400 miliar dimana 70 persen dari nilai tersebut berada di Indonesia. (Baca juga: MEA, Menko Darmin: Tukang Bangunan pun Bakal Disertifikasi)

“Namun yang perlu disoroti adalah para pelaku utama pasar konstruksi di ASEAN, berasal dari Jepang (28 persen), China (24 persen), Korea (21 persen) dan UK (10 persen),” jelasnya.

property.okezone.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me