SCG Punya Teknologi ‘Cetak Rumah’ 3 Dimensi

Big Banner

Bangkok -Sebagai perusahaan raksasa yang menempatkan diri sebagai trendsetter dan ahli dalam bahan bangunan serta hunian terpadu Thailand, SCG turut ambil bagian dalam Architect Fair 2016.

Dalam acara yang diselenggarakan di IMPACT Exhibition Center, Muang Thong Thani, Amphoe Pak Kret, Provinsi Nonthaburi, Thailand, SCG memamerkan berbagai inovasi teknologi untuk bahan bangunan dan hunian.

Teknologi utama yang dipamerkan dalam Architect Fair tahun ini adalah Y-Box Pavilion, 21st Century Cave yang merupakan kolaborasi antara SCG dan Supermachine Studio.

Kolaborasi ini menghasilkan kreasi produksi struktur bangunan dengan cetakan 3 dimensi yang memungkinkan membangun rumah dapat dilakukan dengan mudah dan cepat.

“Pertama, kita membuat desain secara tiga dimensi dengan media komputer. Dari desain itu lalu dicetak menggunakan alat khusus sehingga membentuk struktur bangunan utuh,” kata Brand Director SCG Cement-Building Material Anuvat Chalermchai di lokasi pameran di IMPACT Exhibition Center, Nonthaburi, Selasa (26/4/2016).

Hasil desain dicetak dengan alat setinggi 3 meter yang dapat menghasilkan kolom berbentuk pilar atau tiang yang bentuknya sesuai dengan hasil desain yang dilakukan di komputer.

“Tapi saat ini baru bisa menghasilkan kolom setinggi 1,7 meter,” kata Anuvat.

Namun demikian, jangan bayangkan bisa membangun satu bangunan rumah utuh dengan mesin ini. Setiap struktur kata dia, akan dicetak satu persatu berbentuk kolom-kolom yang nantinya akan disusun untuk membentuk satu bangunan utuh.

“Seperti membangun jembatan dengan teknologi beton pra cetak. Tiap kolom dicetak satu persatu, lalu disusun di lokasi menjadi satu konstruksi utuh,” tuturnya.

Sayangnya, teknologi ini masih sebatas produk uji coba dan belum bisa dipasarkan secara bebas. Namun, di masa depan, ia yakni teknologi ini bisa menjadi solusi atau jawaban untuk menjawab kebutuhan konstruksi bangunan yang bukan hanya cepat, kuat secara struktur, tapi juga indah dipandang.

“Bagi kami di dunia arsitektur, ini jadi semacam solusi menciptakan kreasi arsitektur bernilai seni lebih cepat tanpa mengesampingkan sisi kualitas bangunan yang dihasilkan,” Arsitek bernama Pitupong Chaowakul dalam kesempatan yang sama.

(dna/ang)

finance.detik.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me