Rumah Raden Saleh Dimaksimalkan untuk Publik

Big Banner
Rumah Raden Saleh di Batavia pada 1875-1885 (sekarang menjadi Rumah Sakit PGI Cikini). Foto: id.wikipedia.org

Rumah Raden Saleh, sang pelukis nasional yang terkenal di dunia internasional, dibangun sejak 1880. Rumah jadul ini merupakan bangunan cagar budaya.

Arsitek Arya Abieta dari Pusat Dokumentasi Arsitektur (PDA), sangat meyayangkan apabila rumah bernilai sejarah tinggi itu terbatas hanya digunakan oleh kalangan pemilik bangunan, yakni Yayasan Persatuan Gereja Indonesia (PGI) saja.

 “Kami akan meminta mereka (PGI) lebih mem-publish ya, sehingga publik bisa pakai apakah buat pameran, acara-acara bersama-sama, nantinya sayang kalau sudah dilestarikan diperbaiki, tapi cuma dipakai sendiri,” ujarnya, di Rumah Raden Saleh, Jakarta, Selasa (26/4), seperti dikutip dari Okezone.com.

Menurut Arya, saat ini pemanfaatan bangunan sebagai pusat pelayanan kesehatan atau rumah sakit tidak menjadi masalah, karena hal itu menurutnya bukan suatu hal yang bertentangan dengan kepentingan umum.

Baca juga: Menghidupkan Bangunan Bersejarah

“Boleh saja tetap jadi rumah sakit, karena pelestarian dan rumah sakit tidak ada yang bertentangan, semua jalan saja, bahkan pihak RS bilang kenapa tidak kita bikin art village,” ujar dia.

Arya menambahkan, gedung itu nantinya masih akan bisa digunakan untuk kegiatan yang berhubungan dengan kesehatan tanpa harus memisahkannhya dari pelestarian.

Untuk diketahui, Rumah Raden Saleh difungsikan sebagai rumah sakit saat masa kependudukan Jepang di Indonesia. Setelah Indonesia merdeka, pengelolaan dikembalikan ke yayasan lama yang kemudian diberikan kepada Dewan Gereja Indonesia yang sekarang menjadi PGI.

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me