Furnitur “Built In” yang Cocok untuk Rumahmu

Big Banner

Furnitur built in dibutuhkan bila kamu punya rumah berukuran standar. Terbatasnya ukuran ruang dan luas lahan akibat harga tanah yang terus meningkat, membuat furnitur built in menjadi solusi.

Furnitur built in dapat menjadi solusi untuk mengatasi keterbatasan ruang simpan, sempitnya ruang, dan menekan biaya pengadaan furnitur biasa. Asalkan tepat dalam hal desain, pilihan bahan, dan fungsinya, maka furnitur built in sangat membantu penataan ruang.

Fungsi furnitur built in adalah sebagai wadah penyimpanan barang, mulai barang yang sering kamu gunakan sehari-hari sampai barang koleksi yang jarang kamu gunakan. Juga benda-benda yang sifatnya aksesori untuk mempercantik ruangan.

Nah, agar hasil pemilihan furnitur built in bisa maksimal, ada beberapa hal yang sebaiknya kamu perhatikan. Simak tips berikut ini:

Memastikan letak furnitur

Sebuah furnitur built in haruslah memiliki permukaan bidang ceruk yang rata. Kamu harus memastikan permukaan dinding mulus tanpa cacat.

Sebaiknya lakukan perbaikan terlebih dulu sebelum memulai memasang furnitur built in. Gunakan semen instan untuk menutup retak. Setelah itu finishing dengan cat tembok biasa.

Kepastian letaknya akan memudahkan penyesuaian desain, pilihan bahan, dan penataan. Semisal furnitur build in di dinding kamar mandi, tentunya area ini biasanya lembap.

Baca juga: Lindungi Furniturmu dari Rayap

Tentu saja penataannya tidak sama dengan dinding di ruang keluarga yang temperatur udaranya relatif stabil. Di kamar mandi, rak perlu dilapis dengan cat duko agar tidak mudah keropos jika terkena air.

Fungsi dan posisi juga akan menentukan dimensi alias ukuran. Rak sepatu di kolong tangga menyesuaikan dengan jumlah sepatu dan sandal yang akan kamu simpan.

Poin terpenting adalah adanya lubang ventilasi udara. Udara lembap atau panas yang terperangkap jika tidak dibuang akan merusak barang yang kamu simpan.

Membuat daftar barang yang akan disimpan

Apakah kamu akan menyimpan pakaian, perabot rumah tangga, sepatu kesayangan, atau barang pajangan koleksi? Daftar barang ini akan membantu kamu merancang desain furnitur built in yang paling cocok.

Kamu harus mengenal barang dengan membuat simulasi ukuran yang pas dan perkiraan jenis bahan yang digunakan. Jumlah barang yang disimpan akan memengaruhi ukuran desain yang akan dibuat. Yang pada akhirnya akan menentukan jumlah bahan dan biaya yang bakal kamu keluarkan.

Menentukan bahan dasar dan finishing

Biasanya bahan dasar yang lazim untuk furnitur built in adalah plywood atau multipleks dengan tebal 9 mm – 18 mm. Selain mudah diinstal, plywood mudah didapat dan harganya relatif terjangkau dibandingkan kayu solid.

Nah, untuk menyimpan barang yang bebannya tidak terlampau berat, kamu dapat memilih plywood berketebalan 9 mm. Ini sudah cukup kuat untuk menampung sepatu dan sandal.

Umumnya orang jarang menggunakan kayu solid sekelas jati, merbau, sonokeling, atau ulin. Kayu-kayu ini lumayan berat dan harganya pun mahal.

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me