BI Yakin ‘Tax Amnesty’ Jadi Alternatif Pembiayaan

Big Banner

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) bersama pemangku kebijakan membahas kembali mengenai Rancangan Undang-Undang (RUU) Pengampunan Pajak atau Tax Amnesty. Tax amnesty dinilai akan mampu menggenjot penerimaan negara.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowadojo meyakinkan DPR RI bahwa pengampunan pajak ini bisa jadi pembiayaan alternatif dalam pembangunan nasional, terlebih lagi di tengah upaya pemerintah menggenjot penerimaan pajak yang ditargetkan tumbuh sebanyak 24,7 persen atau naik sekitar Rp 3.000 triliun.

Agus menambahkan, peran pajak sebagai sumber pendapatan negara saat ini masih terbatas, hal ini dapat dilihat dari rasio pajak terhadap APBN di tahun 2015 sebanyak 11,75 persen, lebih rendah dari estimasi dari IMF sebesar 21,5 persen.

“Target pajak tersebut memaksa pemerintah untuk menghemat belanja. Ini perlu upaya untuk meningkatkan sumber pendapatan negara, terutama pajak. Dalam konteks ini pengampunan pajak bisa menjadi alternatif dalam pembangunan,” terang Agus Martowardojo seperti informasi yang diterima Rumahku.com.

BACA JUGA : 3 KESALAHAN PENYEBAB RUMAH DIJUAL ONLINE SULIT LAKU

Selain sebagai alternatif pembiayaan, pengampunan pajak juga bisa bermanfaat untuk investasi dalam negeri. BI memproyeksikan penerimaan pajak sebesar Rp 45,7 triliun jika kebijakan pengampunan pajak jadi diterapkan. BI memperkirakan potensi dana masuk sebesar Rp 560 triliun dari hasil repratriasi.

“Kami juga akan mengantisipasi aliran dana masuk dari tax amnesty agar tidak mengganggu stabilitas sistem keuangan. Oleh karena itu kita mendorong dana repatriasi ke instrumen keuangan jangka panjang,” ungkapnya.

rumahku.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me