Faktor Budaya Harus Diakomodir di Apartemen

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Hunian vertikal di perkotaan menjadi solusi keterbatasan dan mengoptimalkan fungsi lahan. Kendati hal baru di perkoaan khususnya kota-kota besar sebagian warganya mulai terbiasa tinggal di apartemen. Kini yang perlu digalakkan adalah sosialisasi tinggal di apartemen. Di apartemen berlaku aturan dan kebiasaan yang berbeda dengan rumah tapak. Penghuninya juga cenderung individualis, tidak guyup seperti di  perkampungan. Karena itu warga harus tahu hak dan kewajibannya termasuk kesadaran dalam menjaga fasilitas bersama. Bila tidak disiapkan dengan baik bakal terjadi gegar budaya dan timbul banyak masalah di internal penghuni.

Imam B. Prasojo

Imam B. Prasojo

Menurut sosiolog Universitas Indonesia (UI) Imam B. Prasojo, diperlukan hunian vertikal yang dapat mengakomodir akar budaya hunian kampung. Sebab, budaya itu  masih belum hilang dari masyarakat perkotaan. Konsep hunian ini perlu diterapkan di kawasan yang akan direvitalisasi seperti bantaran sungai dan area terlarang lainnya.

“Kita harus membuat konsep urban vertical campong, yaitu sebuah hunian bersusun tapi tetap mempertahankan suasana guyub sebagai ciri khas sebagian besar masyarakat kita khususnya Betawi di Jakarta. Jadi harus diupayakan bagaimana membuat orang tinggal di apartemen tapi budaya dan hubungan sosialnya tidak mati,” ujar Imam di depan kalangan pengembang di Jakarta beberapa waktu lalu.

Salah satu yang perlu diakomodir antara lain menghadirkan atmosfir pasar tradisional dan pedagang kaki lima di di kompleks apartemen. Ruang bersamanya dirancang yang memungkinkan para bapak bisa kongkow dan ngobrol ringan seusai pulang kerja, demikian juga untuk kalangan ibu-ibu.

Konsep ini perlu disiapkan secara matang karena apartemen akan menjadi pilihan hunian di dalam kota.  Cepat atau lambat apartemen akan berkembang mengingat terbatasnya lahan di perkotaan. Selain itu harganya lebih terjangkau dan dekat dengan tempat kerja. Menurut  Lim Ming Yan, President & Group CEO Capitaland Limited, sebuah perusahaan pengembang di Singapura, kunci keberhasilan kota terletak pada kesuksesannya menarik lebih banyak orang untuk datang dan  berhunian. Untuk itu, pengembangan proyek properti di perkotaan harus memanfaatkan ruang secara efektif dan efisien.

“Setiap pengembangan proyek kami selalu memerhatikan pasar yang memiliki preferensi berbeda. Ini diwujudkan mulai dari tahap desain, lokasi, dan terutama penerapan teknologi untuk memaksimalkan pemenuhan kebutuhan dan pengalaman konsumen yang berbeda-beda. Ini untuk membuat pusat hunian yang nyaman bagi seluruh penghuninya,” imbuhnya.

housing-estate.com