Homestay di Tempat Wisata Dijual Rp150 Jutaan

Big Banner

JAKARTA – Kementerian Pariwisata bekerjasama dengan Bank Tabungan Negara (BTN) membangun homestay di 10 destinasi wisata di Indonesia.

BTN bakal menyalurkan sumber dana untuk pembiayaan homestay tersebut dengan skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) menggunakan sistem Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, homestay yang dibangun BTN dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tersebut berkaitan dengan Program Sejuta Rumah. Nantinya satu unit homestay akan dihargai sekira Rp150 jutaan. (Baca juga: BTN Bakal Biayai 100 Ribu Rumah Penduduk di Destinasi Wisata)

“Uang muka satu persen, bunganya fix 5 persen dengan tenor selama 20 tahun, jadi ya cicilannya sekira 800 ribuan,” jelas Arief saat konferensi pers Sinergi Pusat dan Daerah Menuju 12 Juta Wisman dan 260 Juta Wisnus 2016, di Jakarta, Kamis (28/4/2016).

Home stay tersebut nantinya, lanjut Arief bisa difungsikan sebagai penggerak ekonomi warga sekitar destinasi dengan disewakan kepada para wisatawan atau dijadikan tempat berjualan.

Arief menambahkan, jika homestay yang akan dibangun oleh BTN dan Kementerian PUPR itu disewakan dengan harga Rp200 ribu semalam, maka bisa dipastikan bahwa pemilik rumah meraup keuntungan Rp800 ribu jika dua malam disewa pada tiap akhir pekan.

“Diharapkan para UKM mampu untuk membeli rumah ini karena cicilannya hanya Rp800 ribuan saja, sedangkan nanti si pemilik bisa dapat Rp800 ribuan seminggu,” tambahnya.

Seperti yang sudah diberitakan, rencananya BTN akan membangun 100 ribu unit rumah di 10 lokasi destinasi wisata di Indonesia. BTN bakal bekerjsama juga dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

property.okezone.com