Perizinan Bangun Rumah di Daerah Masih ‘Pabaliut’!

Big Banner

JAKARTA – Proses perizinan di daerah masih menjadi salah satu masalah serius yang membuat mandeknya pembangunan perumahan di suatu daerah tertentu. Meskipun berbagai program pemerintah daerah telah diterapkan, seperti Unit Pelayanan Terpadu Satu Atap misalnya.

Menurut Ketua Umum Housing Urban Development (HUD) Institute Indonesia, Zulfi Syarif Koto, pelayanan tersebut dinilainya belum berjalan efektif dan maksimal. Pasalnya meski Satu Atap ataupun Satu Pintu, ada sejumlah proses di dalamnya yang masih membuat perizinan itu memakan jangka waktu lama dan rumit. (Baca juga: Jokowi Teken Inpres Penyederhanaan Perizinan Pembangunan Perumahan)

“Izin di daerah itu ‘pabaliut’ (awut-awutan), katanya Satu Atap tapi di dalamnya satu atap banyak kamar, dalam kamarnya banyak meja, mejanya lacinya gede-gede, itu istilah yang gambarin teman-teman di daerah,” jelas Zulfi saat dihubungi Okezone.

Zulfi mencontohkan, salah satu daerah yang proses izinnya masih semrawut terjadi di Kalimantan, tepatnya Pontianak yang diakui masih melalui tahap yang panjang untuk memperoleh izin membangun perumahan. (Baca juga: Perizinan Pembangunan Rumah Dipersingkat Jadi 14 Hari)

“Ini saya lagi di Kalimantan, Pontianak orang-orang sini ngomel-ngomel izinnya panjang, begini-begini, tentu perlu setelah Inpres keluar ada baiknya Kementerian PUPR sosialisasi ke Gubernur, Walikota/Bupati,” pungkasnya.

property.okezone.com