Semester II, Bisnis Properti Diyakini Tumbuh 30%

Big Banner

Bisnis.com, SURABAYA – Sejumlah pengembang di Jawa Timur meyakini kondisi bisnis properti pada semester II tahun ini bakal semakin bergairah bahkan dapat tumbuh mencapai 30%, sejalan dengan rencana pemberian tax amnesty oleh pemerintah.

Direktur PT Ciputra Surya Tbk Sutoto Jacobus mengatakan pada semester I tahun ini sektor properti belum bergerak secara cepat, tetapi sejumlah pengembang sudah mulai berancang-ancang dengan memulai proyek-proyek barunya.

“Kalau tax amnesty ini sudah jalan, suku bunga nanti masih bisa turun lagi. Bahkan sekarang ini sejumlah bank sudah jor-joran menawarkan suku bunga rendah seperti Bank Mandiri bunga 8,5% fixed 5 tahun, lalu BCA bunga 9%. Kalau semua faktor ini jalan, semester II pertumbuhan properti bisa naik sampai 30%,” jelasnya, di sela-sela Pemilihan Unit Cornell Apartement, Rabu (27/4/2016).

Dia mengatakan pada semester I tahun ini penjualan properti di Ciputra Group tampak lebih baik dibandingkan tahun lalu, di mana hampir semua pengembang mengeluhkan perlambatan ekonomi yang berdampak pada penjualan.

“Justru sekarang ini developer aktif semuanya, mulai banyak jualan. Saya melihat market di Surabaya ini malah lebih bergairah dibandingkan Jakarta, walaupun dulu Jakarta booming lebih cepat,” ujarnya.

Terkait harga properti, lanjut Sutoto, kenaikannya dapat dipengaruhi oleh suplai dan deman, pengembangan wilayah, komponen atau material bangunan serta inflasi. Namun, properti garapan Ciputra mengalami kenaikan harga karena dipengaruhi oleh faktor pengembangan wilayah.

“Kalau di Ciputra itu karena pengembangan wilayah sehingga harga properti kami naiknya  6% an tahun ini. Memang tidak banyak karena bukan faktor inflasi. Kalau tahun lalu, kenaikan harga properti kami bisa sampai 18%,” ungkapnya.

properti.bisnis.com