Pariwisata Jadi Referensi Pembangunan Infrastruktur

Big Banner

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla yang mempercepat pembangunan infrastruktur di Indonesia, disambut positif kalangan pebisnis pariwisata.

Meski tidak dapat dipungkiri, menurut Kepala Bidang Investasi Pariwisata Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Hengky Manurung beberapa infrastruktur tersebut sejatinya sudah dicanangkan pada saat pemerintahan sebelumnya.

“Dulu masih bertanya-tanya untuk apa dibangun infrastruktur? Sekarang pariwisata jadi referensi pembangunan infrastruktur karena terbukanya kantong-kantong ekonomi baru,” ujar Hengky saat acara Hospitality Investment Conference Indonesia, di Hotel Raffles Jakarta, Kamis (28/4/2016).

Hengky mencontohkan sejak Danau Toba, dan wilayah Sumatera Barat, ditetapkan sebagai destinasi prioritas pengembangan pariwisata, infrastruktur di daerah ini juga diperhatikan.

Terbukti dari rencana pembangunan jalan lingkar di Pulau Samosir. Padahal, jalan ini sebelumnya adalah jalan kecamatan.

Setelah perencanaan ini, statusnya naik menjadi jalan nasional yang artinya seluruh pembiayaan menjadi tanggung jawab pemerintah pusat.

Sementara itu, akses di Indonesia di Sumatera bagian barat, kata Hengky, cukup menantang. Selama ini, untuk masuk Sumatera jalannya banyak yang berlubang. Dengan adanya Tol Trans Sumatera, tantangan tersebut akan segera teratasi.

Hengky menambahkan, infrastruktur lainnya yang tengah dibangun adalah di Indonesia bagian timur misalnya kereta api di Makassar.

“Pembangunan antara timur dan barat ini nantinya akan seimbang, dan mendorong pertumbuhan pariwisata,” pungkas Hengky.

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me