Penjualan Rumah Tapak Tembus Rp 603 Triliun

Big Banner

JAKARTA, KOMPAS.com – Minat masyarakat terhadap rumah tapak (landed house) baik rumah pertama maupun sekunder (seken) tetap paling tinggi jika dibandingkan dengan minat terhadap apartemen.

Hasil riset rumah123.com menunjukkan, tingginya minat masyarakat terhadap rumah terlihat dari pencarian hingga penjualan yang mencapai angka Rp 603 triliun sepanjang tahun 2015 lalu.

Angka ini Jauh lebih tinggi ketimbang apartemen dan properti non-residensial lainnya seperti rumah toko (ruko), perkantoran, atau pun SOHO (small office home office).

Penjualan apartemen hanya menyentuh angka Rp 5 triliun, atau masih di bawah minat terhadap properti non-residensial yang berhasil terjual lebih dari Rp 21 triliun.

Para agen yang terdaftar sebagai member di portal ini juga terbilang produktif. Rata-rata listing baru per bulannya mencapai 35.000 sepanjang tahun lalu.

Meski ada tren fluktuasi pada empat kuartal lalu, namun secara keseluruhan tercatat kenaikan rata-rata sebanyak 2 persen.

Dari total 35.000 listing baru tersebut, jumlah rumah yang terjual sebanyak 10 persen atau 3.500 unit.

Rendahnya angka penjualan ini karena banyak agen yang tidak mencantumkan notifikasi terjual, dan langsung menurunkan listing yang sudah laku tersebut.

Jadebotabek paling menarik

Dalam riset tersebut juga disebutkan, kawasan Jakarta, Depok, Bogor, Tangerang, dan Bekasi atau Jadebotabek tetap menjadi yang paling menarik.

Ini terlihat dari jumlah listing, maupun penjualan. Uniknya, dari sisi pencarian, daerah di luar Jadebotabek justru menunjukkan angka lebih tinggi yang dipengaruhi faktor luasnya ruang lingkup wilayah.

Tengok saja penjualan di Jadebotabek yang nyaris mencapai Rp 534 triliun, sementara di luar wilayah tersebut menorehkan nilai Rp 96 triliun.

Padahal total pencarian di Jadebotabek hanya sebanyak 19.430.247, lebih sedikit ketimbang wilayah luar yang mencapai 21.557.428 pencarian.

Luar Jadebotabek

Sementara pasar properti hunian di enam wilayah luar Jadebotabek pada tiga bulan pertama 2016 masih dalam batas normal. Keenam wilayah tersebut adalah Makassar, Batam, Manado, Pekanbaru, Palembang, dan Medan.

Rata-rata listing yang terjual seharga di atas Rp 500 juta. Di Makassar contohnya, properti yang merajai pasar berada di kisaran harga Rp 1,5 miliar.

Sedangkan di Pekanbaru, rumah paling diminati seharga Rp 1,25 miliar, Manado Rp 1 miliar, dan Batam Rp 925 juta. Kota lainnya, yakni Palembang Rp 856 juta, dan terakhir Medan seharga Rp 626 juta.

Secara keseluruhan, Batam menawarkan properti dengan harga tertinggi yakni Rp 3,5 miliar, disusul Makassar, Rp 3,3 miliar. Sementara itu, harga properti terendah ada di Medan, yakni Rp 220 juta.

Di luar Jadebotabek, Medan merupakan kota paling potensial dengan penjualan tertinggi. Pasalnya, listing di daerah tersebut cukup banyak, demikian halnya dengan pencarian.

Setidaknya ada enam kawasan di Medan yang menjadi daya tariknya. Sebut saja Maimun, Selayang, Petisah, Halvetia, Tuntungan, dan Johor.

Menyusul Medan, ada Batam dengan Batam Kota, Batam Center, dan Lubuk Raja. Kemudian Palembang dengan Alang-Alang Lebar, Sukarame, dan Seberang Ulu I.

Menyusul Makassar dengan Panakukkang, Tanjung Bunga, dan Tamalanrea. Daerah berikutnya adalah Pekanbaru melalui Tampan, dan Pekanbaru kota.

Terakhir Manado dengan wilayah favorit Malalayang, dan Bunaken.

properti.kompas.com