Permintaan Hotel di Luar Bali Tembus 85 Persen

Big Banner

JAKARTA, KOMPAS.com – Konsultan hotel dan pariwisata Horwath HTL menilai dalam 15 tahun terakhir, terjadi perkembangan dinamis bisnis hotel di Indonesia, khususnya di kota-kota besar.

Tidak hanya Jakarta dan Bali, potensi wisata untuk bisnis perhotelan juga masih terbuka dari Sabang sampai Merauke.

“Di luar Bali, ada 85-95 persen permintaan hotel di Indonesia,” ujar Direktur Horwath HTL Jakarta, Matt Gebbie, saat acara Hospitality Investment Conference Indonesia, di Hotel Raffles Jakarta, Kamis (28/4/2016).

Salah satu faktor yang mendasari perkembangan ini, kata Gebbie, antara lain pertumbuhan angka kedatangan wisatawan internasional. Selain itu, Indonesia juga menarik bagi wisatawan lokal.

Ia menambahkan, pemerintah mendorong pengembangan 10 destinasi wisata potensial. Hal ini memungkinkan penyebaran destinasi lebih tersebar dan tidak terpusat di Bali dan Jakarta saja.

Koreksi

Dalam beberapa tahun terakhir ada sejumlah hotel yang dibangun dan beroperasi tahun ini di kota-kota seperti Bali, Bandung, dan Yogyakarta.

Hotel-hotel baru tersebut harus menghadapi tantangan karena permintaan yang tidak sebanyak jumlah pasokan. 

Namun Gebbie menilai, kondisi tersebut bukan karena kelebihan pasok, melainkan pasar terkoreksi.

“Banyak orang yang bilang kalau sudah terlalu banyak pasokan (hotel). Tapi, ini hanya soal waktu, bahwa (okupansi) hotel-hotel tersebut akan meningkat,” jelas Gebbie.

Hingga saat ini, semakin banyak merek internasional di pasar perhotelan Indonesia. Demikian halnya hotel dengan merek domestik yang semakin kuat di pasaran.

“Menurut saya, semuanya optimistis. Kita harus fokus pada keinginan presiden yang akan membangun pariwisata yang potensial,” tandas Gebbie.

properti.kompas.com