Penjaminan Pengusahaan Jalan Tol Batang-Semarang Ditandatangani

Big Banner

JAKARTA, KOMPAS.com – Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) Batang-Semarang ditandatangani Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna dan Direktur Utama PT Jasa Marga Semarang Batang Saut Parlindungan Simatupang, di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta (27/4/2016).

Turut hadir menyaksikan penandatangan tersebut Menteri Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro.

Dalam kesempatan yang sama juga dilakukan penandatanganan dua perjanjian lainnya, yakni Perjanjian Penjaminan Jalan Tol Batang-Semarang antara PT Penjamin Infrastruktur Indonesia (PII) dengan PT Jasamarga Batang-Semarang.

Kemudian penandatanganan Perjanjian Regres antara Kementerian PUPR dengan PT Penjamin Infrastruktur Indonesia (PII).

Masing-masing dari kedua perjanjian tersebut diteken oleh Saut Parlindungan Simatupang, Synthia Roesly, dan Basuki Hadimuljono.

Basuki mengatakan, proyek Jalan Tol Batang-Semarang merupakan terusan dari proyek yang tertunda. Dengan demikian, Basuki berharap, tidak ada kendala lagi ke depannya.

“Saya berterima kasih kepada Kemenkeu yang selalu mencari skema pembiayaan untuk jalan tol ini. PT Jasa Marga (persero) Tbk dan PT Waskita Karya (persero) Tbk selaku BUJT, hari ini harus sudah ada pengerjaan dan pelaksanaannya di lapangan,” tegas Basuki.

Dengan adanya penjaminan ini, tambah Basuki, proyek Tol Trans Jawa dari Jakarta-Semarang bisa tersambung pada 2018. Nantinya, akan disambung lagi dengan Tol Semarang-Solo, Solo-Ngawi-Kertosono, dan Kertosono-Surabaya.

Sementara itu Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro, memberikan apresiasi kepada PT PII yang secara perlahan tapi pasti terus menambah proyek-proyek infrastruktur yang memakai skema jaminan.

Bambang menyatakan, penjaminan ini merupakan langkah konkret pemerintah untuk mewujudkan percepatan pembangunan infrastruktur.

“Langkah konkret tersebut antara lain melalui kepastian pengembalian dana talangan untuk pembebasan lahan sehingga pihak swasta merasa nyaman untuk berinvestasi di proyek jalan tol,” tandas Bambang.

Proyek Tol Batang-Semarang sepanjang 75 kilometer diproyeksikan menelan dana Rp 11 triliun.

Jalan tol ini merupakan bagian dari Jalan Tol Trans-Jawa, dan proyek tol pertama yang diberikan penjaminan oleh Menkeu melalui PT PII.

Jalan Tol Batang-Semarang juga masuk salah satu proyek strategis infrastruktur nasional sebagaimana tercantum dalam Peraturan Presiden No 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional.

properti.kompas.com