“Denah Bicara” Ciptaan Deki Tahan Air dan Panas

Big Banner

JAKARTA, KOMPAS.com – Para tunanetra yang memiliki kebutuhan khusus sering kesulitan saat berada di tempat-tempat baru.

Memanfaatkan denah yang ada pun bukan solusi. Pasalnya, denah yang biasa hanya menampilkan gambar dan justru diletakkan di dalam ruangan.

Akhirnya, para tunanetra kembali harus bergantung kepada orang lain untuk menuntunnya ke tempat yang dituju.

Berdasarkan hal ini, seorang pegawai negeri sipil (PNS) yang bekerja di Panti Sosial Bina Netra (PSBN) Wyata Guna, Bandung, Deki Ardiansyah mencetuskan ide baru yakni “Denah Bicara”

“Sempat ngobrol dengan kepala panti yang ingin membuat denah yang kuat hujan dan panas. Denah banyak di dalam kantor dan fungsi denah ini hanya untuk (orang) awam, untuk tunanetra tidak ada,” ujar Deki kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Selasa (26/4/2016).

Deki menuturkan, denah ini menggunakan bahan alumunium yang tahan terhadap panas dan hujan sehingga tidak akan korosi atau karat.

Baca: Meski Tak Bisa Melihat, Deki Mampu Ciptakan “Denah Bicara”

Pada tahap awal, pria yang juga penyandang tunanetra ini menggambar komponen sendiri dengan menggunakan komputer jinjing (laptop)-nya.

Sementara untuk membuat bentuk fisik, Deki menggunakan akrilik bersama dua orang rekannya di PSBN Wyata Guna.

Tahap persiapan memakan waktu sebulan, sedangkan total pembuatan denah keseluruhan hanya 2 bulan.

Menurut Deki, inovasi ini tergolong sangat baru di Indonesia bahkan di dunia. Sebelumnya, kepala PSBN Wyata Guna sempat meminta bantuan kepada Institut Teknologi Bandung (ITB) dan pihak kontraktor.

Namun, hal ini tidak membuahkan hasil. Deki pun memberanikan diri membuat denah tersebut secara mandiri. Dan ternyata, inovasinya berhasil.

Cara kerja denah ini adalah dengan mengeluarkan perintah suara saat didekati atau disentuh. Denah ini akan membunyikan nama-nama ruangan yang disentuh.

Supaya denah bisa berbunyi saat didekati atau diraba, Deki membenamkan sensor yang didatangkan dari Singapura dan China.

Mengapa sensornya didatangkan dari mancanegara? Deki beralasam, sensor yang diproduksi di Indonesia tidak kuat hujan dan memakai reflektor penyambung sinyal.

Denah ini menampilkan 60 gedung di komplek Wyata Guna. Panti milik Unit Pelaksana Teknis Kementerian Sosial ini merupakan pusat rehabilitasi untuk para penyandang cacat, khususnya tunanetra.

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me