Trans Marga Jateng Siapkan Rp 500 Miliar untuk Pembebasan Lahan Tol Semarang-Solo

Big Banner

SEMARANG, KOMPAS.com – PT Trans Marga Jateng (TMJ) selaku operator Jalan Tol Semarang-Solo menyediakan dana talangan guna menyelesaikan pembebasan lahan di Seksi III, IV, dan V ruas tol tersebut.

“Untuk pembebasan lahan kami sudah siapkan dana talangan sebesar Rp 500 miliar,” kata Direktur Teknik Operasi PT TMJ, Ari Irianto, di Semarang, Selasa (26/4/2016).

Penyediaan dana talangan tersebut tak terlepas dari telah habisnya dana pembebasan lahan Kementerian Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat (PUPR) tahun ini.

Akibatnya, Kementerian PUPR mesti mengupayakan dana pembebasan lahan infratsruktur dari Bantuan Layanan Umum (BLU) Kementerian Keuangan.

Hingga saat ini pembebasan lahan di Seksi III Jalan Tol Semarang-Solo ruas Bawen-Salatiga sudah selesai 92,7 persen dan menyisakan 7,3 persen lagi.

“Untuk Seksi III kami akan gunakan kurang lebih Rp 50 miliar karena masih ada beberapa masalah yang mesti diselesaikan pusat,” ujar Ari.

Ridwan Aji Pitoko/Kompas.com Beberapa alat berat seperti ekscavator masih bekerja di lokasi pembangunan Seksi III Tol Semarang Solo Ruas Bawen-Salatiga, Selasa (26/4/2016).

Kendala pembebasan lahan diakui Ari karena masih adanya beberapa lahan milik desa (Tanah Kas Desa) dan lahan milik Warga Terkena Proyek (WTP) yang sempat terhenti akibat adanya peralihan peraturan sejak 1 Januari 2016.

Regulasi yang digunakan saat ini adalah Undang-Undang (UU) tentang Pengadaan Tanah yang baru yaitu UU no.2 tahun 2012.

Sementara sisanya sebesar Rp 450 miliar akan digunakan PT TMJ untuk membebaskan lahan di Seksi IV ruas Salatiga-Boyolali sepanjang 24,40 kilometer dan Seksi V ruas Boyolali-Kartasura sepanjang 7,64 kilometer.

Untuk Seksi IV pembebasan lahannya sendiri baru mencapai 36,46 persen, sedangkan Seksi V baru mencapai 43,92 persen.

Ridwan Aji Pitoko/Kompas.com Konstruksi Jembatan Tuntang sepanjang 370 meter yang merupakan bagian dari Seksi 3 Tol Semarang-Solo yang menghubungkan ruas Bawen-Salatiga, Selasa (26/4/2016).

Ari menyebutkan, target pembebasan lahan berdasarkan janji pemerintah adalah pada April 2016. Namun, hingga saat ini pembebasan lahan masih banyak kurangnya.

Meski begitu, Ari tetap berharap Tol Semarang-Solo bisa beroperasi keseluruhan tepat waktu.

“Kami harap keseluruhan seksi pada Jalan Tol Semarang-Solo dapat selesai dibangun pada akhir tahun 2017 dan beroperasi pada awal tahun 2018,” pungkas Ari.

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me