Properti Komersial Hong Kong Bersiap “Terjun Bebas”

Big Banner

Ilustrasi bangunan apartemen. Foto: Rumah123/Istock

Jika para pengamat meyakini pasar properti Indonesia secara keseluruhan akan kembali menggeliat pada 2016 ini, berbeda dengan yang terjadi di Hong Kong. Sejak triwulan I/2016, pasar properti komersial menunjukkan tren memburuk.

Fakta ini mencuat lewat rilis hasil survei RICS (Royal Institution of Chartered Surveyors). Global Commercial Property Monitor, seperti dituliskan Business Wire, mengungkap bahwa responden memperlihatkan sentimen negatif untuk periode 12 bulan ke depan.

“Kami berharap pihak-pihak yang berkecimpung di sektor properti Hong Kong berhati-hati,” ujar anggota Komite RICS, Frank Wong. “Tak ada sedikitpun indikasi yang bisa membangkitkan optimisme di sektor ini.”

Baca juga: Hongkong, Sewa Kantor Termahal di Asia Pasifik

Survei ini menunjukkan penurunan jumlah sewa di sektor ritel. Bukan sembarang penurunan, namun cukup tajam hingga mencapai 14 persen. Hingga Maret 2016, penurunan ini sudah mencapai 3,6 persen.

Sejauh ini, investor lebih menaruh minat pada pembangunan properti untuk perkantoran, bukan komersial. Kondisi ini juga berbanding terbalik dengan negara “induk”, yaitu China.

Pasar properti komersial China berada pada posisi stabil sepanjang awal 2016 ini. Investasi pun tetap menarik bagi para investor asing. Jadi, pilih berinvestasi di mana?

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me