Apartemen Murah di Bogor Dicueki, Mahal Malah Laris

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Pasar properti di Kota Bogor, Jawa Barat, rada aneh. Di kota destinasi wisata ini apartemen murah kurang diminati, sebaliknya yang lebih mahal justru laris manis. Contohnya apartemen B Residence Bogoru di Jl Malabar Kota Bogor. Saat dibandrol Rp200 jutaan (studio/ 24 m2) pasar kurang bergairah. Dalam beberapa bulan yang terjual hanya 60 unit. Pengembangnya PT Propindo Land berpikir ulang untuk mengubah segmentasi pasar. Kebetulan masih ada masalah teknis yang harus dituntaskan. Sambil menunggu selesainya masalah itu Propindo melakukan tes pasar.

B Residence Bogoru

B Residence Bogoru

“Kita tes dengan harga Rp300 jutaan tidak dilirik, dinaikkan lagi menjadi Rp400 juta sama saja, lalu kita pasang harga Rp500 juta malah dibeli orang,” ujar Yan Cahyadi Mulianto, Direktur Propindo Land kepada housing-estate.com di Jakarta, Rabu (27/4).

Selain mengubah target pasar pengembang juga melakukan rebranding menjadi B Residence Bogoru. Bogoru dituliskan dalam huruf Jepang sebagai penghormatan terhadap arsiteknya yang berasal dari negeri matahari terbit. Tipe studio (24 m2) saat ini dijual seharga Rp495 juta. Karena itu 60 konsumen yang membeli dengan harga Rp200 jutaan untung besar.

Menurut Yan, dari 514 unit yang dipasarkan sudah terjual 260 unit (50,5%). B Residence merupakan apartemen single tower yang dikembangkan di area seluas 5.000 meter persegi. Bangunannya setinggi 18 lantai  dengan view Gunung Pangrango, Salak, dan Kebun Raya. Dari bangunan setinggi itu 15 lantai untuk unit hunian, selebihnya dimanfaatkan untuk fasilitas dan area komersial. Kolam renang ditempatkan di ketinggian 15 meter. Lift-nya lima unit, empat untuk penumpang dan setu service lift. Setiap lantai terdiri atas 38 unit.

B Residence saat ini satu-satunya apartemen di pusat kota Bogor. Dari beberapa fasilitas publik di sekitarnya seperti Botani Square Mall, Terminal Barangsiang, Kebun Raya, RS PMI, dan jalan tol hanya sekitar lima menit. Kelak apabila kereta api ringan atau light rail transit (LRT) Jakarta – Cibubur – Baranangsiang terbangun apartemen ini semakin mudah diakses dari Jakarta.

 

Potensi sewa

Menurut Yan, apartemen yang dikembangkan punya prospek menjanjikan. Ia menyebutkan okupansi atau tingkat isian hotel berbintang di Kota Bogor seperti Hotel Santika mencapai 90 persen. Pada hari-hari biasa (week days) untuk meeting dan pertemuan bisnis, sedangkan di akhir pekan untuk liburan keluarga. Selain itu cukup banyak peneliti asing yang terlibat penelitian dengan IPB memilih akomodasi dekat Kebun Raya. Karena itu apabila disewakan potensi sewanya  cukup tinggi. “Kita siap mengelola apabila pemilik menyerahkan untuk disewakan,” ujarnya.

Saat ini tariff hotel bintang tiga di Jl Pajajaran sekitar Rp990 ribu per malam. Hotel bintang empat Rp1,5 juta dan bintang dua Rp600 ribu per malam. Peletakan batu pertama (groundbreaking) sudah dilakukan pada September 2015. Pada akhir tahun 2017 ditargetkan dapat mulai serah terima. Yan mengklaim 80 persen pembelinya enduser (pemakai akhir). Dari jumlah itu 60 persen di antaranya konsumen dari Bogor.

housing-estate.com