Reklamasi Mengantarkan Jakarta Sebagai Global City

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Proyek reklamasi Teluk Jakarta terus melahirkan silang pendapat. Selain soal legalitas dan dampak sosial, kemanfaatannya juga jadi perdebatan.  Ferry Salanto, Associate Director Colliers International Indonesia, perusahaan konsultan properti, menyatakan proyek bernilai triliunan itu tidak berdampak besar terhadap lansekap properti di Jakarta. Keuntungan paling besar akan dinikmati pengembangnya.

reklamasi

Ini berbeda dengan Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda. Menurut Ali, reklamasi Teluk Jakarta akan berdampak luar biasa terhadap pengembangan kota dan industri properti. Jakarta akan mempunyai superblock luas dan waterfront city seperti kota-kota yang sudah maju di dunia.

“Terlepas dari sogok menyogok, dalam jangka panjang proyek reklamasi ini akan sangat luar biasa. Ini pilihan kita mau nggak berbenah dan punya waterfront city yang besar? Kalau Jakarta mau begini saja, ya nggak usah ada reklamasi, karena lahan Jakarta memang sudah tidak ada lagi dan reklamasi ini bisa jadi salah satu jalan untuk membuat kota kita lebih maju,” ujarnya kepada housing-estate.com di Jakarta, Kamis (28/4).

Ali menyebutkan beberapa contoh reklamasi dan sekarang sangat maju dan terkenal seperti Sentosa Island di Singapura dan Hong Kong. Ia memprediksi dalam jangka panjang kawasan bisnis bisa berpindah ke kawasan reklamasi sebab pusat bisnis di koridor Sudirman-Thamrin sudah padat. Secara alamiah pengembangan kawasan akan mencari tempat lain yang prospektif. Kawasan reklamasi punya prospek dan sejumlah kelebihan karena konsepnya sebagai waterfront city.

 

Kepastian hukum

Apabila pengembangannya sesuai konsep yang direncanakan proyek reklamasi dapat mengantarkan Jakarta menjadi global city seperti Singapura dan Hong Kong.  Agar publik dapat manfaat maksimal, menurut Ali,  pemerintah harus mengatur detil tata ruang reklamasi secara jelas dan tegas. Misalnya 15-20 persen lahan reklamasi untuk pengembangan apartemen menengah Rp500 jutaan. Lokasinya dari awal harus sudah ditetapkan. Apartemen ini diperlukan untuk menghidupkan kawasan. Selebihnya untuk perkantoran, kondominium, dan fasilitas lainnya.

Ali berharap proyek reklamasi akan berjalan seperti yang direncanakan. Jangan sampai terjadi pembatalan karena merugikan pengusaha yang sudah mengeluarkan uang miliaran, konsumen, dan masyarakat umum. Ini juga membuat ketidakpastian hukum yang dapat berdampak negative terhadap arus investasi.

housing-estate.com