Mau Dapat Jasa Arsitek Gratis? Cek Syaratnya

Big Banner

JAKARTA– Arsitek, nama jenis profesi ini berasal dari bahasa Latin architectus, dan dari bahasa Yunani architekton yang berarti master pembangun, arkhi (ketua) serta tekton (pembangun, tukang kayu).

Dewasa ini, profesi arsitek seringkali diartikan secara sempit sebagai seorang perancang bangunan, atau subyek yang terlibat dalam perencanaan, merancang dan mengawasi konstruksi bangunan, serta berperan dalam memandu keputusan yang memengaruhi aspek bangunan tersebut dalam sisi estetika, budaya, hingga masalah sosial.

Definisi tersebut sesungguhnya kurang tepat, karena lingkup pekerjaan seorang arsitek sangat luas mulai dari segi interior ruangan, bangunan, kompleks bangunan, hingga kota dan regional.

Karenanya, lebih tepat mendefinisikan arsitek sebagai seorang ahli di bidang ilmu arsitektur, ahli rancang bangun atau lingkungan binaan.

Mengandalkan jasa arsitek dalam merancang rumah baru atau merenovasi rumah hingga kini masih diasumsikan ‘hanya untuk yang berduit’ bagi sejumlah orang. Padahal khusus warga pemilik lahan di Jakarta, sejak Januari 2016 Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyediakan layanan arsitek gratis.

Layanan ini hanya boleh dinikmati oleh warga pemilik lahan dibawah 200 meter persegi yang ingin mengajukan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di Badan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPTSP), yang tersedia di masing-masing kecamatan maupun kelurahan.

Guna menunjang keberhasilan program, pemerintah telah menyiapkan 12 supervisor dan 25 tenaga ahli untuk mendesain rumah warga. Konsep rumah nantinya bisa didiskusikan langsung dengan sang arsitek, mengikuti keingingan Anda atau diserahkan semuanya kepada arsitek.

Jika berminat, warga bisa mengajukan pendaftaran di PTSP terdekat. Namun, kebijakan ini tidak berlaku bagi rumah yang berada di lingkungan perumahan (klaster/ townhouse). Layanan cuma-cuma ini hanya berlaku untuk warga yang tinggal di perkampungan saja.

Selain persyaratan yang disebutkan diatas, ada beberapa dokumen lain yang wajib disertakan saat hendak mengajukan pendaftaran.

Dihubungi tim Rumah.com, Call Center Badan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPTSP) Pusat, Muhamad Nasikhudin menyebut persyaratan lengkap sebagai berikut;

1. Ketetapan Rencana Kota (KRK), yang bisa didapat melalui kecamatan atau kelurahan terdekat. Pembuatan KRK ini gratis, hanya saja pemohon akan dikenakan biaya retribusi sebesar Rp12.000.

2. Gambar perencanaan arsitektur yang dibuat pemohon

3. Bukti kepemilikan tanah, seperti Sertifikat Hak Milik atau Sertifikat Hak Pakai

4. Mengisi surat permohonan. Formulirnya bisa diambil melalui BPTSP terdekat atau mengunduh langsung lewat pelayanan.jakarta.go.id.

5. Surat kebenaran dan keabsahan kepemilikan

6. Identitas pemohon (KTP, SIM, Paspor), Kartu Keluarga, dan NPWP

7. Akta pendirian yang disahkan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), apabila pemohon hendak mendirikan perusahaan perseorangan atau yayasan non-profit

8. Akta perubahan Surat Keputusan, jika pernah mengalami perubahan

9. NPWP badan hukum

10. Surat kuasa (jika dikuasakan)

11. Bukti pembayaran PBB terakhir

12. Surat keterangan dari bank, yang menyatakan sertifikat tanah tersebut tidak diagunkan

13. Akta Jual Beli (AJB) atau akta hibah dan pewaris, yang dikeluarkan oleh notaris

property.okezone.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me