Outlook Kwartal 1/2016 Perlambatan Masih Berlanjut

Big Banner

Kendati banyak harapan bahwa tahun 2016 pasar properti akan bangkit, namun hingga akhir kuartal I 2016 belum ada tanda-tanda kebangkitan. Perlambatan yang diwariskan Tahun 2015 lalu nampaknya masih berlanjut.

Seperti ditulis dalam Majalah Properti Indonesia (MPI) edisi mei 2016 yang mengutip data sejumlah konsultan properti, di antaranya Colliers International yang menyatakan kondisi sektor properti pada 2016 bakal sama dengan 2015 di mana situasinya masih belum terlalu membaik karena siklus properti memasuki perlambatan pertumbuhan.

“Perlambatan selama 2015 masih terjadi pada 2016,” tegas Associate Director Research Colliers Indonesia Ferry Salanto dalam acara paparan Jakarta Property Market Report di Jakarta beberapa waktu lalu.

Menurut Ferry, kinerja properti mengalami perlambatan antara lain karena sektor tersebut terkait erat dengan pertumbuhan perekonomian suatu negara. Meski saat ini ada perlambatan, tetapi dirinya yakin pada semester kedua tahun 2016 mendatang mulai akan ada tanda-tanda pergerakan ke arah positif.

Hal serupa juga nampak dari hasil riset Konsultan properti internasional Cushman & Wakefield. Dalam paparannya, kondisi berbagai bidang properti di Jakarta, Bogor,  Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) masih lesu karena selaras dengan pertumbuhan perekonomian nasional.

“Kondisi properti saat ini masih mendung,” kata Direktur Riset Cushman & Wake field Arief Rahardjo dalam paparan properti di Jakarta, belum lama ini. Ia mengungkap kondisi ini karena tingkat daya beli masyarakat yang berkurang. Lebih lanjut ia mengatakan pertanyaan besar yang menjadi tantangan adalah kapan kondisi properti lesu ini dapat berakhir.

Sementara Head of Research JLL, James Taylor menilai pertumbuhan ekonomi dan menguatnya rupiah terhadap dolar AS pada triwulan satu tahun 2016 memberikan berbagai dampak pada beberapa sektor properti.

“Kami merasakan pasar perkantoran yang lebih aktif dibandingkan kuartal sebelumnya walaupun sampai saat ini kondisi pasokan yang sudah masuk dan akan masuk tahun ini berada dalam jumlah yang signifi kan.” Katanya.

Angela Wibawa sebagai Head of Markets menjelaskan bahwa aktivitas pasar di triwulan 1 tahun 2016 cukup meningkat dibanding akhir tahun 2015. Banyaknya aktivitas yang terjadi di pasar masih terkait dengan relokasi dan konsodilasi.  Sektor IT, professional services, dan e-commerce masih menjadi sektor yang aktif di pasar.

Selain itu, Vivin Harsanto selaku Head Of Advisory mengatakan bahwa awal tahun 2016 penuh tantangan dengan dibayangi perlambatan ekonomi yang terjadi di tahun 2015, dengan adanya depresiasi rupiah hingga penurunan harga minyak dunia.  Namun aktivitas pasar yang lebih baik di awal tahun ini memacu para investor dan pelaku bisnis properti lainnya untuk tetap berpandangan optimis.

Sentimen positif yang dicanangkan JLL tidak lepas dari pelemahan sektor properti yang tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi juga global. Dalam data yang dipaparkan tersebut, pada kuartal pertama 2016, sektor investasi real estate dunia turun hingga 17%. (MRR). Majalah Properti Indonesia edisi Digital dapat diakses melalui http://www.wayang.co.id/index.php/toko/detail/59876 atau di https://www.getscoop.com/id/majalah/properti-indonesia.

mpi-update.com