Industri E-Commerce Indonesia Harus Kejar Ketinggalan

Big Banner
Optimisme industri digital Indonesia tumbuh dari gelaran Indonesia E-Commerce Summit and Expo (IESE) 2016. Termasuk Presiden Joko Widodo pun ikut optimistis. Foto: Rumah123/Dyah Saraswati

Industri e-commerce di Indonesia tengah menggeliat. Diprediksi industri ini akan berpotensi besar, namun sayangnya industri e-commerce dan digital Indonesia masih tertinggal dari negara lainnya.

Meski demikian, optimisme tumbuh dari gelaran Indonesia E-Commerce Summit and Expo (IESE) 2016. Termasuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun ikut optimistis.

“Dalam era digital ini perubahan cepat sekali. Dan saya betul-betul kaget waktu masuk Silicon Valley. Begitu masuk, saya merasakan kita (Indonesia) tertinggal sangat jauh sekali dan saat itu saya memutuskan secepatnya kita harus bergerak. Tidak ada waktu lagi,” tutur Presiden Jokowi dalam siaran pers yang diterima rumah123.com, Jumat (29/4).

Indonesia mencoba mengejar ketertinggalannya dengan berbagai program pemerintah, sebut saja 1.000 Startup, Palapa Ring, dan Desa Broadband Terpadu. Berbagai kebijakan dan regulasi baru pun tengah digodok demi menata dan menyediakan ruang bagi sektor ini agar dapat tumbuh lebih cepat.

Jokowi menyatakan optimistis para pemain Indonesia mampu bersaing dengan pemain asing. Ia pun mengingatkan bahwa ke depan, persaingan akan lebih berat.

Sedangkan Asisten Deputi Peningkatan Daya Saing Ekonomi Kawasan dan tim Kemenko Perkonomian, Mira Tayyona, mengatakan, “Platform digital membuka peluang kepada semua orang. Kami ingin jadikan gerakan ini inklusif nasional. Pemerintah hanyalah satu bagian, sedangkan pelakunya adalah dunia usaha dan masyarakat.” (Wit)

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me