REI Minta Bunga KPR Dipangkas

Big Banner

Meski Bank Indonesia telah menurunkan suku bunga acuannya beberapa bulan belakangan, tak banyak memengaruhi sektor properti. Pengusaha properti yang tergabung dalam Real Estat Indonesia (REI) pun meminta pemangkasan bunga kredit pemilikan rumah (KPR).

“Selama ini BI rate turun, tetapi bunga KPR masih sama. Saat ini kebanyakan di level 9-10 persen,” kata kata Wakil Ketua REI Jawa Tengah Bidang Humas, Promosi, dan Publikasi, Dibya K Hidayat, di Semarang, seperti dikutip dari Antara, Jumat (29/4).

REI menilai skema perhitungan bunga KPR selama ini masih sangat merugikan konsumen. Alhasil, masyarakat pun masih kesulitan menjalankan kewajiban cicilannya.

“Selama ini ada perbankan yang memberikan promo bunga KPR 8 persen fix selama satu tahun, tetapi di tahun kedua dan seterusnya bunga KPR naik menjadi 14-15 persen,” ujarnya lagi.

Baca juga: Mau KPR Tenor Panjang atau Pendek?

Sistem promo yang diberikan bank, menurut Dibya, juga belum sepenuhnya dipahami konsumen. Ia berharap, sebelum mengucurkan KPR kepada nasabah, bank bersangkutan memberi sosialisasi tentang KPR tersebut.

“Mulai dari kebijakan di tahun pertama hingga terakhir. Jangan sampai ada kebijakan perbankan yang tidak diketahui oleh calon konsumen,” tuturnya menjelaskan.

Dibya melanjutkan, pasar properti akan lebih terbantu jika bank bisa memberi fix rate KPR lebih dari satu tahun. Semakin ringan cicilan, lanjutnya, akan memicu minat masyarakat untuk membeli properti.

Ia juga menjelaskan, sebagian bank sudah menawarkan fasilitas fix rate antara 3-5 tahun. Sayangnya, kebijakan ini hanya dilakukan bank-bank milik pemerintah saja.

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me