Rumah Panggung di Pulau Penyangga Kota Batam Akan Dilestarikan

Big Banner

BATAM – Pemerintah Kota Batam Kepulauan Riau berkomitmen melestarikan rumah panggung di pulau-pulau penyangga kota itu demi menjaga khasanah Melayu.

“Rumah panggung tidak boleh dihilangkan. Rumah panggung harus dilestarikan,” kata Wali Kota Batam Muhammad Rudi saat menghadari Tamadun Melayu di Pulau Belakangpadang Kota Batam, Jumat (29/4/2016).

[Baca Juga: Bangunan Tinggi di Dekat Rumah Raden Saleh Ganggu Konservasi]

Melayu tidak akan hilang di bumi. Namun kebudayaan Melayu amat mungkin tidak lagi dikenal akibat tidak dilestarikan, kata Wali Kota kemudian.

Rumah panggung merupakan rumah khas warga Melayu yang tinggal di pesisir dengan tonggak yang terbuat dari kayu di atas laut.

Wali Kota menyatakan Dinas Pariwisata sempat kesulitan mendapatkan rumah asli khas Batam, Rumah Potong Linmas, karenanya seluruh bangunan tua harus dijaga.

Namun, kata dia mengingatkan, warga tetap harus menjaga kebersihan rumah panggung. Jangan sampai kolong rumah menjadi sarang nyamuk, sumber segala penyakit.

“Kebersihan dijaga, dengan dimodernkan sedikit, agar tidak banyak nyamuk, supaya tidak jadi penyakit,” kata dia mengingatkan.

[Baca Juga: Unik, Rumah Raden Saleh Gunakan ‘Ilmu Ketukangan’ Saat Dibangun]

Di tempat yang sama, Ketua Rumpun Khasanah Warisan Batam (RKWB), Machmur Ismail Budaya Melayu tidak melulu dilestarikan di daratan. Di pulau-pulau, budaya sangat lekat dengan masyarakat.

Dia mengingatkan warga kota untuk tidak mengerdilkan masyarakat yang tinggal di pulau. Karena meski jauh dari pusat pemerintahan, namun, banyak anak pulau yang berhasil.

“Bahkan banyak anak pulau yang berada di luar negeri, di Jerman. Ada juga yang jadi temannya Habibie saat menempuh pendidikan di Jerman,” kata dia.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam Yusfa Hendri mengatakan pemerintah berupaya untuk melestarikan budaya Melayu, satu di antaranya melayu Tamadun Melayu dan Festival Kampoeng Toea.

Dalam Festival Kampung Toea yang digelar di Pulau Belakangpadang, bersama masyarakat pemerintah menghadirkan berbagai kesenian khas pulau, tari, musik, sastra, teater, permainan termasuk juadah (kuliner) Melayu.

“Dalam acara ini akan terlihat betapa agungnya Tamadun Melayu,” kata dia.

(dhe)

property.okezone.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me