Kota Kupang Renovasi 100 Rumah Warga Miskin

Big Banner

KUPANG – Pemerintah Kota Kupang mulai merenovasi 100 rumah warga miskin di wilayah Ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara Timur itu agar layak dihuni.

“Untuk tahap ini hanya 100 rumah yang masuk dalam program kebijakan itu. Selebihnya akan menyusul,” kata Wali Kota Kupang Jonas Salean di Kupang, Jumat (29/4/2016).

Dia mengatakan program renovasi rumah warga miskin agar layak huni itu untuk meringankan beban keluarga miskin, agar uang yang dimiliki bisa diperuntukan memenuhi kebutuhan lainnya. (Baca juga: Pengembang di Surabaya Masih Kesulitan Bangun Rumah Sederhana)

Mantan Sekretaris Daerah Kota Kupang itu, mengatakan secara statistik jumlah penduduk Kota Kupang yang tergolong kurang mampu dan miskin 14.242 keluarga dari keseluruhan jumlah penduduk daerah itu 556.735 jiwa.

Artinya, katanya, masih ada 15 persen warga miskin yang butuh perhatian pemerintah, untuk pemenuhan kebutuhan hidupnya.

Dia mengharapkan dengan sejumlah program gratis itu, warga miskin bisa fokus untuk melakukan sejumlah kegiatan pemenuhan kebutuhan pokoknya dalam rumah tangga.

“Uang yang ada tidak lagi untuk rehab rumah, tetapi untuk pembiayaan kebutuhan pokok lain karena sudah ditanggung pemerintah. Itu maksud program ini,” katanya.

Jonas mengakui pemberian bantuan itu masih belum memenuhi seluruh kebutuhan warga miskin. Namun demikian, hal itu akan terus dilakukan secara bertahap, seiring dengan ketersediaan anggaran.

Dia menjelaskan untuk kepentingan program renovasi rumah warga miskin itu, pemerintah menyediakan anggaran Rp25 juta untuk satu rumah.

Namun, jumlah nominal itu akan dikonversi ke bahan bangunan agar tidak disalahgunakan oleh pemilik rumah. (Baca juga: Mentawai Bangun Rumah Khusus 385 Unit)

“Akan dikonversi ke bahan bangunan seturut yang dibutuhkan sehingga uangnya benar-benar terpakai dan tidak disalahgunakan,” katanya.

Secara psikologis, ada kebiasaan warga yang memanfaatkan salah uang yang diberikan. Hal itu juga didorong oleh sejumlah kebutuhan yang harus dipenuhi dalam rumah tangga.

“Boleh jadi uang yang ada dipakai untuk pemenuhan kebutuhan lainnya. Makanya akan kita berikan dalam bentuk bahan bangunan,” katanya.

Selain dalam bentuk bahan bangunan, program renovasi rumah warga miskin itu juga akan menerapkan sistem gotong-royong, karena proses renovasi rumah dikerjakan secara bersama-sama warga sekitar.

“Tidak perlu lagi bayar tukang tetapi dikerjakan bersama warga di wilayah itu secara gratis juga. Ini mau tumbuhkan semangat gotong-royong warga,” katanya.

Dia berharap, program bantuan renovasi rumah itu bisa bermanfaat bagi warga untuk bisa tinggal di rumah yang layak huni dan selanjutnya bisa terus berusaha memenuhi seluruh kebutuhan dalam rumah tangganya.

property.okezone.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me