Ishak Chandra, Profesional Properti Berpengaruh (1)

Big Banner
Ishak Chandra, CEO Strategic Development & Services Sinar Mas Land. Foto: Rumah123/Dok. Ishak Chandra

Meski dikenal sangat berpengaruh di industri properti, siapa sangka seorang Ishak Chandra yang menjabat CEO Strategic Development & Services Sinar Mas Land lebih memilih bersama keluarga sebagai ambisi terakhirnya.

Perkenalan Ishak Chandra dengan industri properti atau real estate dimulai ketika dia masih bekerja di PT Astra International sebagai Management Trainee. Banyak kliennya di Auto 2000 ketika itu (tahun 1990-an) yang bekerja di industri properti.

“Pada waktu itu bisnis properti kok menarik juga yah. Saya juga melihat bisnis properti itu ilmunya ‘gado-gado’. Jadi saya harus belajar banyak mulai dari marketing sampai keuangan,” kata Ishak perihal ketertarikannya akan properti pada rumah123.com.

Baca juga: Ishak Chandra dan Jejak Bermaknanya (2)

Di mata pria yang menjejaki dunia properti tahun 1992 dengan bergabung di Lippoland Development ini, bisnis properti sampai kapan pun akan selalu menarik. Pasalnya, properti sudah merupakan kebutuhan primer, selain bisa dijadikan alternatif investasi.

Kalaulah saat ini industri properti masih soft, Ishak merasa ini kondisi yang wajar. “Karena setiap industri ada cycle-nya. Saya rasa tahun 2017 pasar properti Indonesia akan menggeliat. Bahkan bisa lari kencang pada pertengahan atau akhir tahun 2017,” kata Sarjana Hukum Bisnis dan Ekonomi Universitas Indonesia tahun 1995 ini.

Tantangan terbesar bisnis properti saat ini menurut Ishak adalah faktor ekonomi dan kebijaksanaan pemerintah. “Bagaimana pemerintah bisa memberikan rasa ‘nyaman’ kepada wajib pajak. Ini merupakan faktor terbesar kenapa pasar properti Indonesia masih jalan di tempat tahun ini,” kata Ishak.

Baca juga: Ishak Chandra yang Cinta Keluarga (3)

Untuk menjawab tantangan utama tersebut, Ishak dan tim kerjanya di Sinar Mas selalu kreatif dan inovatif membuat produk baru. “Kami sebagai developer harus bisa menciptakan pasar, bukan hanya mengandalkan pasar yang sudah ada,” kata Ishak lagi.

Selain itu, dia sangat percaya bahwa pasar masih ada, hanya banyak pembeli masih menunggu (right timing). “Mereka menunggu waktu yang tepat untuk membelanjakan uangnya, terutama untuk investasi properti,“ kata Ishak yakin.

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me