Istanto Burhan dan Dedikasinya yang Tanpa Akhir (3)

Big Banner

 

Istanto Burhan di antara baja yang dihasilkan Master Steel, sebuah perusahaan industri baja papan atas di Indonesia. Foto: Rumah123.com

Menilik pasaran baja flat product, Indonesia terbilang masih kekurangan persediaan. Sementara untuk long product, persediaan baja negeri ini sudah melebihi permintaan.

Demikian menurut orang penting di perusahaan baja, Master Steel, Istanto Burhan, ketika ditemui Rumah123.com, beberapa waktu lalu di Jakarta.

Menurutnya, industri baja long product memang sangat bergantung pada sektor properti dan infrastruktur. Pasalnya, penyerapan baja long product hampir seluruhnya di konstruksi sipil. Realisasi proyek infrastruktur pemerintah tentu akan berpengaruh signifikan bagi industri baja long product.

Selain tantangan kompetitif dari Tiongkok dan kurangnya antusiasme pemerintah di indsutri baja, Istanto juga masih harus mengelola para pekerjanya. Demi terciptanya lingkungan kerja yang baik, Istanto memilih menerapkan hubungan kerja dengan sistem kekeluargaan bagi para pekerjanya.

Terhadap keluarga dan bawahan, ia menyatakan tak pernah bersikap keras. “Setiap tahun Master Steel mengadakan piknik atau semacamnya untuk menjaga kekeluargaan,” kata ayah lima anak ini.

Besi baja tak hanya keras secara harfiah, tapi juga dalam proses produksi dan prosedur dunia usahanya. Peleburan baja, misalnya, melewati proses yang berat. Dibutuhkan mesin produksi atau rolling mill dengan harga tak murah. Pun dengan pengangkutan produk atau bahan untuk produksi yang membutuhkan kawalan aparat agar aman dari “gangguan” dan “selamat” sampai tujuan.

Sekeras apapun baja dalam lingkup usahanya, namun Master Steel berkomitmen akan terus berkontribusi bagi industri ini di Tanah Air. Komitmen ini ditunjukkan dengan meningkatkan keunggulan komparatifnya. Master Steel berani menanamkan investasi besar dengan membeli mesin produksi anyar yang berteknologi dan berefisiensi tinggi.

“Semua mesin produksi baja atau rolling mill kami diimpor dari Italia dan Jepang. Umurnya rata-rata enam tahun. Sementara kompetitor kami menggunakan mesin tua, umurnya rata-rata 20 tahun, atau mesin asal Tiongkok yang berteknologi rendah,” ujar Istanto.

Dengan konsistensi kualitas produk, efisiensi proses, dan kapasitas terbesar di Indonesia untuk long product, perusahaan yang sudah berusia 40 tahunan ini bisa memenuhi kebutuhan konsumen. Tentunya dengan terjaganya product availability, serta layanan penjualan yang cepat dan memuaskan.

Kerja keras dan cerdas sang pemilik perusahaan menjadi inspirasi Istanto. Pun perihal kebersahajaannya. “Pemilik perusahaan ini saya kenal sebagai orang yang bersahaja. Mereka bekerja serius dan tidak hidup bermewah-mewah,” kata Istanto saat mengantar kami keluar kantornya seusai berbincang.

Memiliki tokoh idola memang seringkali mampu memberi pengaruh signifikan pada seseorang. Begitu pula yang terjadi pada Istanto. Ia mampu menerapkan sisi terbaik sang idola ke kehidupan pribadinya.

Mungkin saking seiramanya gerak langkah seorang Istanto Burhan dengan Master Steel, maka tak mudah baginya menentukan kapan masa kerjanya berakhir. “Berapa lama lagi saya akan bekerja itu tergantung Allah, perusahaan, dan saya sendiri. Kalau Allah menentukan saya berhenti bekerja, ya saya pasti berhenti,” katanya mantap.

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me