Hotel Royal Tulip Gunung Geulis Resmi Beroperasi

Big Banner

Bogor – Kelompok usaha dan operator 8 terbesar dunia Louvre Group hotel, mengumumkan pembukaan Royal Tulip Gunung Geulis Resort & Golf, yang merupakan hotel bintang lima, di kawasan Gunung Geulis, Bogor.

Direktur PT Mulia Colliman International (MCI), Agung Budiman, mengatakan, pembangun dari proyek hotel Royal Tulip ini sudah mulai dengan proses panjang. Sejak dikembangkannya kawasan Gunung Geulis ini sebuah kawasan golf gunung Geulis 26 tahun lalu dan saat sudah berdiri hotel mewah bintang lima dengan nama Royal Tulip Gunung Geulis Resort & Golf.

“Pemilihan dari Royal Tulip ini, karena operatornya sudah kelas dunia dan memiliki jaringan hotel cukup besar dan kami yakin hotel ini mampu memenuhi kebutuhan permintaan akan hunian (hotel) yang nyaman dan tenang dengan lokasi tidak jauh dari Jakarta,” kata Agung Budiman, dalam acara grand opening hotel Royal Tulip Gunung Geulis Resort & Golf, di Bogor, Senin (9/5).

Royal Tulip Gunung Geulis dioperasikan kelompok hotel Louvre yang diakuisisi oleh Jin Jiang International Holding Co Ltd pada tahun 2015. The Royal Tulip gunung Geulis dimiliki oleh PT Mulia Colliman International.

Royal Tulip Gunung Geulis Resort & Golf ini merupakan satu-satunya hotel bintang lima dengan dalam 45 menit berkendara dari kota Jakarta pusat dan terletak di Bogor dekat pintu keluar jalan raya. Hotel ini terletak di Gunung Geulis depan 36 lubang lapangan golf yang terkenal.

Berlokasi hanya 50 kilometer dari Jakarta, dan berada di wilayah 450 hektar kawasan komplek golf dan dapat di tempuh dengan cepat. Selain itu Gunung Geulis ini berada di ketinggian 400-500 meter dari permukaan laut, dengan suasan yang segar dan udara yang bersih.

Hotel unik menawarkan kemewahan dan kenyamanan dengan memiliki 173 kamar dengan empat pilihan gaya pilihan tipe kamar. Mulai dari deluxe dengan luas 38 meter persegi (m2), Studio (54 m2), Junior Suite (76 m2) dan President Suites (92 m2).

“Untuk membangun hotel dan infrastrukturnya kami perkirakan menghabiskan investasi US$ 150.000,” kata Agung Budiman.

 

Investor Daily

Imam Muzakir/FER

Investor Daily

beritasatu.com