Harga Perumahan Indonesia Terbaik Se-Asia Pasifik

Big Banner

Indonesia bertahan sebagai bintang properti di kawasan Asia Tenggara. Buktinya adalah hasil survei konsultan properti Knight Frank yang menunjukkan harga perumahan yang stabil di hampir semua segmen.

Survei menggambarkan bahwa indeks harga perumahan di Indonesia naik 3,4 persen dari tahun ke tahun dan 0,8 persen dari kuartal ke kuartal. Angka tersebut membawa Indonesia ke posisi enam di kawasan Asia Pasifik. Menjadikan Indonesia lebih unggul ketimbang Malaysia, Hong Kong, Korea Selatan dan Selandia Baru.

Knight Frank menyatakan krisis Eropa yang masih berjalan akan memberi efek negatif di sebagian besar kawasan Asia Pasifik. Sehingga mempengaruhi pasar perumahan hingga tahun ini.

Perusahaan tersebut juga memprediksi bahwa harga di rumah di Malaysia akan tetap stabil beberapa bulan mendatang. Tapi ada kemungkinan akan turun sedikit di semester tahun ini. Sementara Cina akan mengalami penurunan harga tahun ini karena pembatasan pinjaman dan tambahan pajak.

Akan tetapi, menurut Knight Frank karena pertumbuhan ekonomi yang stabil di Indonesia, semua yang terjadi di negara jiran tak akan mampir. Kemampuan mengendalikan inflasi dan pertumbuhan kelas menengah membuat Indonesia justru mengalami kenaikan harga rumah tahun ini.

Knight Frank Global House Price Index adalah survei yang memonitor harga perumahan di 53 kawasan di seluruh dunia. Menurut hasil survei, pasar perumahan yang positif di Indonesia karena dukungan peningkatan pendapatan dan urbanisasi.

Jakarta adalah contoh pertumbuhan harga perumahan yang terbaik. Knight Frank menemukan bahwa harga properti meningkat 8-11 persen pada kuartal pertama. Adapun sewa rumah harganya meningkat 4-6 persen.

Manajer Senior Knight Frank Hasan Pamudji mengatakan harga properti di Indonesia akan terus tumbuh, meski ada aturan baru tentang uang muka 30 persen. “Kebijakan uang muka akan mempengaruhi permintaan perumahan untuk kelas menengah dan atas,” kata dia. Tapi insentif dan kredit yang ditawarkan pengemban akan membuat golongan tersebut tetap membeli.

Karena itu, Hasan melanjutkan, aturan uang muka tidak akan berpengaruh terlalu signifikan. Kajian Knight Frank juga menunjukkan bahwa pasar perumahan kaum menengah dan atas di Indonesia menunjukkan kinerja lebih tinggi dibanding dengan permintaan perumahan secara umum. Para pengembang masih melihat peluang yang besar untuk rumah mewah yang dibandrol rata-rata Rp 2 miliar.

CHINAPOST|DIANING SARI

properti.tempo.co

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me