Kawasan Kota Lama Semakin Hidup

Big Banner

SEMARANG – Kawasan Kota Lama Semarang akan semakin hidup. Saat ini sudah ada 40 bangunan lawas yang diketahui pemiliknya dan siap dimanfaatkan sebagai tempat usaha atau ruang publik.

Ketua Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L) Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, sebelumnya dari 105 bangunan yang ada di Kota Lama, baru 28 bangunan yang diketahui pemiliknya. Namun sejak pembentukan BPK2L tiga bulan lalu, telah bertambah 12 bangunan. (Baca juga: Properti Jateng Dilirik Perusahaan Singapura dan China)

“Jadi sudah ada 40 yang diketahui pemiliknya. Mereka antusias setelah kami ajak komunikasi untuk memanfaatkan aset-asetnya itu,” kata Wakil Wali Kota Semarang.

Di antara yang sudah bersedia memanfaatkan asetnya adalah PT Nyonya Meneer Semarang. Aset bangunannya di dekat Kantor Samsat akan dibuat menjadi museum jamu.

Kemudian, gedung van Dorp & Co yang akan digunakan pemiliknya untuk galeri, restoran, dan taman bermain anak. Serta bangunan-bangunan lainnya yang baik akan dimanfaatkan sendiri oleh pemiliknya maupun dikerjasamakan dengan pihak ketiga. (Baca juga: Semarang Diusulkan Jadi Kota Bonsai)

“Masih menunggu bagaimana perkembangan Pemkot Semarang mengelola Kota Lama, terutama soal infrastruktur,” ujarnya.

Ita, sapaan akrab Wakil Wali Kota, menegaskan akan terus mencari pemilik bangunan-bangunan lainnya. Terkait penataan Kota Lama, BPK2L sedang membuat payung hukum sebagai dasar bertindak.

Saat ini pihaknya sedang membentuk pokja-pokja, seperti pokja penertiban pe – dagang kaki lima dan pokja infrastruktur yang akan mengurusi perbaikan saluran, jalan, taman dan lainnya.

Selain itu, juga segera meluncurkan website resmi BPK2L yang masih dalam tahap finalisasi. Web ini akan berisi daftar kegiatan-kegiatan di Kota Lama, pemilik-pemilik bangunan, proses perizinan hingga tata cara pemugaran bangunan ca gar budaya serta lainnya. “Web akan dibuat sefamilier mungkin untuk kota lama,” kata Ita.

BPK2L juga memberikan pendampingan kepada para pemilik bangunan agar pemugaran atau renovasi yang mereka lakukan tidak salah. Sebab, jika salah bisa berujung ke masalah hukum.

Menurut Ita, pemkot sudah mempunyai grand design pemanfaatan bangunan di Kota Lama. Karena itu, melalui proses perizinan satu pintu di BPK2L, kegiatan yang tidak sesuai dengan roh Kota Lama tidak akan direkomendasikan.

Anggota BPK2L Lanang Wibisono menilai Kota Lama merupakan harta karun yang dimiliki Kota Semarang. Jika ditata dengan baik, wilayah ini bisa menjadi kawasan emas dalam dunia bisnis maupun wisata. “Pemerintah harus ada kesadaran ke sana dalam rencana penataan Kota Lama ini,” ujarnya.

property.okezone.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me