Kemenpera Dapat Anggaran Sebesar Rp4,621 Triliun di Tahun 2015

Big Banner

(Berita Daerah – Nasional) Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) pada tahun 2015 mendatang akan mendapatkan alokasi dana APBN sebesar Rp 4,621 Triliun untuk program perumahan dan kawasan permukiman. Anggaran sebesar itu dinilai masih belum mencukupi untuk melaksanakan program yang disusun Kemenpera terutama karena kebutuhan rumah akan semakin meningkat terutama untuk masyarakat berpenghasilan rendah.

Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Djan Faridz mengungkapkan bahwa sebenarnya Kemenpera meminta anggaran yang lebih besar lagi untuk memenuhi program pembangunan perumahan dan kawasan permukiman di Indonesia.  Apalagi kebutuhan rumah untuk masyarakat khususnya masyarakat berpenghasilan rendah terus meningkat setiap tahunnya.

Djan Faridz mengungkapkan bahwa pihaknya mengucapkan terimakasih atas penetapan anggaran perumahan yang telah ditetapkan untuk tahun 2015 mendatang. Namun demikian, pihaknya sebenarnya berharap anggaran tersebut ke depan bisa lebih ditingkatkan lagi karena kebutuhan rumah untuuk masyarakat di Indonesia semakin meningkat setiap tahunnya.

Kemenpera sebagai kementerian yang memiliki tugas untuk mendorong terlaksananya program perumahan dan kawasan permukiman tentunya juga membutuhkan anggaran yang cukup besar untuk mengatasi masalah backlog perumahan yang menjadi salah satu pekerjaan rumah di setiap masa pemerintahan. Oleh karena itu Kemenpera akan membuat program-program yang sesuai dengan anggaran yang tersedia.

Beberapa upaya yang dilaksanakan oleh Kemenpera untuk mengurangi backlog perumahan di Indonesia antara lain fasilitasi pembangunan Rusunawa dan pembangunan rumah khusus, pembangunan prasarana, sarana dan utilitas (PSU) kawasan perumahan dan permukiman, Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Peningkatan Kualitas.

Upaya selanjutnya yang dilakukan Kemenpera yaitu PSU Perumahan Swadaya dan Bantuan Stimulan Peningkatan Kualitas (BSPK) Perumahan dan Permukiman Kumuh.  Sedangkan untuk membantu pembiayaan perumahan untuk masyarakat Kemenpera juga memiliki program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Kemenpera akan terus fokus dalam pembangunan rumah susun sebagai upaya mengatasi keterbatasan lahan terutama di kawasan perkotaan yang semakin minim lahan untuk pembangunan rumah tapak. Selain itu pembangunan rumah susun itu juga dinilai sebagai sebuah solusi terkait dengan semakin tingginya harga lahan di kota-kota besar di Indonesia.

Pemerintah Indonesia untuk kedepannya diharapkan dapat menangani permasalahan pada sektor perumahan secara lebih serius mengingat kebutuhan rumah untuk masyarakat diprediksi akan terus meningkat dari tahun ke tahun, sementara pasokannya dinilai belum optimal.

Terlebih lagi dengan kondisi perekonomian Indonesia yang sedang tumbuh positif pada saat ini sehingga membuat masyarakat kalangan menengah menjadi bertambah, dan kondisi tersebut akan berdampak langsung terhadap peningkatan permintaan rumah dan tempat tinggal layak huni di Indonesia.

Akbar Buwono/Regional Analyst at Vibiz Research/VM/BD-Kemenpera
Editor : Eni Ariyanti
image: ant

 

 

 

 

beritadaerah.co.id

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me