Harga Properti Singapura Diprediksi Terus Melorot

Big Banner

Bisnis.com, JAKARTA — Pasar properti Singapura diprediksi kian dekat menuju titik terendah menyusul langkah yang dilakukan pemerintah dalam mengendalikan harga properti yang terus membumbung dalam satu dekade terakhir.

LaSelle Investment Management–yang memiliki dana investasi real estat sebanyak US$58 miliar– menilai, harga properti Singapura terus melemah seiring pelemahan permintaan yang melandan salah satu pasar properti termahal di Asia tersebut.

“Hong Kong dan Singapura tengah dalam siklus yang berbeda. Meski pemerintah Hong Kong juga melakukan pembatasan di pasar pemerumaha, tapi tidak benar-benar berimbas pada koreksi harga yang terjadi saat ini,” jelas Managing Director LaSelle, Chris Chow seperti dilansir dari Bloomberg, Sabtu (28/5/2016).

Di Hong Kong, harga properti meroket 370% sejak titik terendah pada 2003 lalu, kemudian mencapai titik puncak pada September 2015. Sejak saat itu koreksi harga mula berjalan seiring perlambatan ekonomi China yang dikhawatirkan berdampak apda penjualan.

Sejak September, harga rumah di Hong Kong turun 13%. Sementara itu, di Singapura harga properti turun 1,2% sejak September dan 9% terhitung dari puncak harga pada 2013. Pasar properti Singapura sebelumnya telah menikmati kenaikan harga 92% sejak 2003 hingga September 2013.

properti.bisnis.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me