Pemerintah Ajak Bank Swasta Terapkan Subsidi Selisih Bunga

Pemerintah saat ini tengah giat menerapkan subsidi selisih bunga. Akan tetapi, baru PT Bank Tabungan Negera (Persero) Tbk., (BTN) yang menerapkan skema ini.

Menurut Direktur Perencanaan Pembiayaan perumahan, Direktorat Jenderal Pembiayaan perumahan Kementerian PUPR, Poltak Sibuea, bank lain masih enggan menerapkannya karena 100 persen dana pokok KPR milik bank.

”Kami sedang mengajak terutama bank swasta nasional yang besar dan bank umum pemerintah supaya mau ikut berkontribusi di situ,” kata Poltak pada Kompas, di Jakarta, Selasa, (24/5).

Baca juga: Tahun Ini, Pemerintah Akan Bangun 700 Rumah MBR

Menurut Poltak, BTN juga harus menyeimbangkan capital adequacy ratio (CAR) sebagai modal untuk dapat menjalankan kredit dengan nilai besar, terutama Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Jika BTN tidak memiliki modal pokok untuk bisa menyalurkan kredit dalam jumlah besar, hal ini justru akan menjadi masalah bagi BTN. Solusinya, pemerintah harus mencari bank lain agar tidak semua beban itu dipikul oleh BTN.

”Kalau secara bisnis, tidak ada masalah buat pihak bank. Tapi, penilaian terhadap kemampuan BTN menyalurkan KPR oleh Bank Indonesia (BI) atau Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terbatas. Semakin besar KPR yang disalurkan, harus seimbang dengan modal yang dia miliki,” kata Poltak.

Poltak juga mengatakan bahwa subsidi selisih bunga cukup efektif untuk menambah jumlah penyaluran KPR. Seperti yang diketahui, dana dari pemerintah juga terbatas.

Dana penyaluran ini disetujui oleh Kementerian Keuangan dengan mememberikan kuasa pengguna anggaran (KPA) yang dipenuhi oleh Direktur Jenderal Pembiayaan perumahan.

Baca juga: Minat Masyarakat untuk KPR, Terus Meningkat

Sebelumnya, pemerintah menetapkan target pembangunan 700.000 rumah pada 2016 guna memenuhi kebutuhan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Untuk memenuhi hal tersebut, pemerintah memberikan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan perumahan (FLPP) sebagai salah satu skema pembayaran.

Hanya saja, skema ini ternyata belum belum mewujudkan pembangunan 700.000 tersebut. Sehingga, pemerintah menerapkan subsidi selisih bunga. (Ing)

rumah123.com