Kemenpera Menghimbau Pemerintah Daerah Bangun Rumah Susun

Big Banner

(Berita Daerah – Nasional) Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) kembali mengingatkan kepada pemerintah daerah untuk lebih memprioritaskan pembangunan rumah susun ketimbang rumah tapak khususnya di daerah kota besar yang memiliki kepadatan penduduk yang cukup tinggi. Adanya pembangunan Rusun selain dapat menghemat pemanfaatan lahan untuk tempat tinggal juga menjadi terobosan di sektor perumahan agar masyarakat bisa lebih dekat tinggal di kawasan perkotaan.

Sekretaris Kementerian Perumahan Rakyat, Rildo Ananda Anwar usai membuka kegiatan Rapat Konsultasi Regional (Rakonreg) Wilayah Jawa dan sumatera II dan Rapat Konsultasi Teknis Regional (Kontekreg) Dalam Rangka Penyelenggaraan Rusunawa dan MCK Wilayah Jawa, Bali, NTT dan NTB di Hotel Sahid, Jakarta, Rabu (17/9) kemarin mengatakan bahwa pembangunan tempat tinggal untuk masyarakat di kawasan perkotaan mau tidak mau akan diarahkan ke rumah susun. Oleh karena itu pihaknya berharap pemerintah daerah untuk kedepannya bisa ikut mendorong serta memprioritaskan pembangunan hunian vertikal untuk masyarakatnya.

Menurut Rildo, ke depan pemerintah daerah akan semakin sulit menemukan lahan yang cukup luas dengan harga yang terjangkau di kota-kota besar di Indonesia. Oleh karena itu, dengan membangun rumah susun maka pemerintah daerah dapat menyediakan hunian yang lebih banyak untuk masyarakat khususnya mereka yang kurang mampu.

Mungkin untuk wilayah Kalimantan masih ada lahan yang cukup luas untuk perumahan. Tapi kalau wilayah Jakarta, Bandung serta kota besar lainnya tentunya Rusun menjadi pilihan untuk hunian yang terbaik untuk masyarakat. Hal tersebut dikarenakan lahan yang sudah semakin sempit dampak dari banyak terjadinya pembangunan di kota-kota besar di Indonesia.

Jumlah penduduk Indonesia yang semakin bertambah tidak diimbangi dengan ketersediaan lahan. Kondisi tersebut menyebabkan harga tanah menjadi melonjak sehingga menjadi permasalahan dalam pembangunan rumah dan mengancam alih fungsi lahan produktif. Oleh karena itu pola hunia vertikal harus terus dilanjutkan oleh pemerintah sebagai upaya menyediakan rumah bagi masyarakat sekaligus menyelamatkan lahan produktif di Indonesia.

Pada saat disinggung tentang target pembangunan Rusun yang telah dilaksanakan Kemenpera, Rildo menyatakan sudah melampaui target yang dicanangkan oleh pemerintah dan angkanya bahkan mencapai 200 hingga 300 persen lebih.

Selain itu pemerintah daerah juga diharapkan mulai dapat menghitung alokasi anggaran untuk program perumahan di daerahnya masing-masing. Sebab semakin bertambahnya penduduk akan berdampak pada kebutuhan hunian yang cukup besar pula.

Kementerian Perumahan Rakyat juga siap duduk bersama dengan para pengembang untuk ikut mendukung pemerintah daerah untuk membangunan hunian vertikal di daerah. Namun demikian pemerintah daerah juga harus bisa membantu penyediaan lahan serta perijinan sehingga pembangunan rumah susun di daerah dapat berjalan dengan baik.

Akbar Buwono/Regional Analyst at Vibiz Research/VM/BD-Kemenpera
Editor : Eni Ariyanti
image: ant

 

beritadaerah.co.id