Yogya Diserbu Developer Luar Daerah

Big Banner

Bisnis properti di Daerah Istimewa Yogyakarta, sangat menggiurkan. Kebutuhan rumah per tahun yang mencapai 100 ribu unit, menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengembang (developer) dari luar daerah.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Real Estate Indonesia DIY, Remigius Edi Waluyo, mengakuinya. Menurut dia, banyak pengembang asal luar daerah tertarik berinvestasi di Yogyakarta. Selain perumahan, mereka menawarkan konsep baru dalam bisnis properti. “Seperti membangun kondominium hotel atau kondotel, juga apartemen,” kata dia, Senin 30 Juli 2012.

Dia juga mengatakan, masuknya pengembang lintas daerah, menjadi ancaman serius bagi pengembang lokal. Terutama, pengembang yang tidak begitu aktif melakukan inovasi produk perumahan. Sebaliknya, bagi pengembang yang aktif, menjadi penyemangat kerja dan inovasi, sesuai permintaan zaman.

Menanggapi banyaknya pengembang luar daerah masuk Yogya, Pulung Wahyu Putro, Marketing Director, PT ASA Persada, berpendapat beda. Menurut dia, pengembang dari luar daerah tidak akan mengancam pengembang lokal secara signifikan. Apalagi, pengembang besar seperti Ciputra, Bakrieland yang masuk Yogyakarta, mempunyai segmen tersendiri.

“Segmen pengembang beda-beda. Ada yang kelas atas, ada juga menengah
dan perumahan berubsidi,” kata dia yang mengaku tidak risau atas kehadiran peng
embang lintas daerah itu. Di era digital dan global, sudah saatnya pengembang bersaing lebih luas. “Asal tetap professional”.

MUH SYAIFULLAH

properti.tempo.co