Revisi Properti Bagi Asing Mampu Tambah Investasi US$ 2,5 Miliar

Big Banner

TEMPO Interaktif, Jakarta -Revisi peraturan kepemilikan properti oleh asing diperkirakan bisa menambah investasi sebesar US$ 2,5 miliar per tahun. “Kalau direvisi kami bisa jual sekitar 10 ribu unit setiap tahun,” kata Ketua Umum Real Estate Indonesia, Teguh Satria di Jakarta, Selasa (12/1).

Teguh mengatakan tiap unit berukuran 100 meter persegi, dan rata-rata berharga US$ 250 ribu. Sehingga total yang bisa dijual mencapai satu juta meter persegi. Peningkatan itu, katanya, mencapai 25 persen dari total investasi asing pada tahun lalu. Total investasi asing tahun lalu mencapai US$ 11,5 miliar. “Itu bisa tercapai kalau peraturan lebih kompetitif,” kata Teguh.

Teguh menjelaskan industri properti sulit bersaing dengan negara tetangga seperi Singapura dan Malaysia. Sebab hak pakai bagi orang asing hanya 25 tahun. Hak itu dapat diperpanjang 20 tahun dan diperbarui selama 25 tahun.

Peraturan itu juga menyebutkan warga asing harus tinggal di Indonesia untuk bisa membeli properti. Padahal menurut Teguh poin itu menutup jalan bagi warga asing yang ingin berinvestasi saja.

Wakil Ketua Bidang Properti Kamar Dagang Industri, James Riyadi memaparkan ada tiga poin yang diusulkan ke pemerintah. Pertama, hak guna bangunan sebaiknya diberikan sekaligus untuk 80 tahun. Sehingga nilainya lebih tinggi dan bisa dijadikan modal.

Kedua, perlu diatur agar pihak asing boleh memiliki hak pakai sampai 70 tahun. Dengan demikian pihak asing memiliki kepastian hukum dan nyaman berinvestasi. Ketiga, ia mengusulkan agar perkantoran dan apartemen hanya ada hak pakai. Selama ini, katanya, warga lokal boleh memiliki hak guna bangunan dan hak pakai. Sementara pihak asing hanya boleh hak pakai. “Dengan ketiga hal itu harga properti bisa naik satu hingga dua kali lipat,” katanya.

DESY PAKPAHAN

ciputraentrepreneurship.com