Akses Makin Mudah Apartemen di Bintaro Diburu  

Big Banner

Jakarta, mpi-update. Bintaro kini jadi primadona, sejalan denagn semakin mudahnya akses ke kawasan ini. Tak heran kalau pengembang pun berloma mencarti lahan di kawasan ini untuk membangun apartemen.

Sejak tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) W2 Utara seksi-2 dibuka Juni tahun lalu, potensi properti di Bintaro kian melejit. Hal ini karena Bintaro semakin mudah diakses, baik dari Jakarta Selatan maupun Jakarta Barat.  Di tambah lagi dengan jalur kreta api. Di sepanjang kawasan ini setidaknya ada stasiun kreta api.

Meski panjang tol Ciledug-Ulujami hanya 2,14 km, tapi penambahan jalan bebas hambatan ini sangat berdampak signifi kan, terutama untuk akses dari timur Jakarta ke Kebon Jeruk dan Bandara Soekarno-Hatta.

Tol ini pun menjadi pelengkap jalan lingkar luar Jakarta yang terhubung dengan beberapa ruas tol seperti Jakarta-Cikampek, Jakarta-Tangerang, Jagorawi, Soediyatmo serta alternatif menuju tol dalam kota. Perkembangan kawasan Bintaro tidak terlepas dari mekarnya proyek di Bintaro Jaya yang dikembangkan PT Jaya Real Property Tbk. Bintaro Jaya yang mengusung konsep The Professionals City kini memiliki fasilitas lengkap dan menjadi lokomotif properti di kawasan ini sekaligus men-drive harga. Sejak dikembangkan pada tahun 1979, harga tanah di Bintaro Jaya terus meng alami peningkatan.

Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda mengemukakan, kawasan Bintaro di sisi selatan Jakarta terus memperlihatkan pertumbuhan yang pesat dan akan terus tumbuh untuk waktu ke depan. “Ini merupakan pasar limpahan dari kawasan BSD City, Serpong.

Setelah Serpong mulai melambat pertumbuhannya karena harga sudah sangat tinggi, pengembang mulai kembali melihat Bintaro sebagai kawasan yang potensial,” ujar Ali. Menurut Ali, apartemen akan menjadi properti yang paling tumbuh di Bintaro ke depan karena lahan semakin langka dan mahal. Selain itu masyarakat kelas me-nengah akan lebih memilih highrise building untuk tempat tinggal mereka dengan pertimbangan dekat dari tempat kerja.

Ali memperkirakan, harga unit apartemen yang akan bermunculan di kawasan Bintaro mulai dari Rp300 juta. Hal yang sama dikatakan Direktur Pemasaran Megakarya Propertindo Group, Ahmad Siddiq, yang mengembangkan apartemen Bintaro Pavilion. Menurutnya kebutuhan apartemen di kawasan Bintaro akan semakin tinggi akibat langka dan mahalnya harga tanah.

“Sebagai dampak pembangunan JORR W1 dan W2 membuat harga lahan di kawasan Bintaro bisa naik hingga 10% ke depan. Padahal rata-ratanya hanya 5% per tahun. Di sisi lain, stok lahan di Bintaro juga makin menipis,” kata Ahmad. Ahmad menyebutkan saat ini harga lahan di Bintaro berkisar Rp15 juta hingga Rp17 juta per m2, sehingga ke depan diperkirakan bisa naik menjadi Rp 18 juta per m2. “Banyak katalis yang akan menjadikan Bintaro sebagai sunrise property area dalam lima tahun ke depan,” ujar Ahmad. MPI YS

mpi-update.com