Masjid Al-Irsyad yang Unik Berbentuk Kubus, Terinspirasi Kabah

Big Banner
Masjid Al-Irsyad di Kabupaten Bandung yang diarsiteki oleh Ridwan Kamil. Foto: simas.kemenag.go.id

Bangunan Masjid Al-Irsyad memang mirip Kabah di Mekkah, Saudi Arabia. Bentuknya kubus tanpa kubah sebagaimana lazimnya bangunan masjid. Menurut arsiteknya, Ridwan Kamil, bentuk unik masjid di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, ini memang terinspirasi Kabah.

Masjid yang dana pembangunannya Rp7 miliar ini dibangun pada 2009 dan rampung pada 2010. Dari luar bangunan, masjid ini menampakkan garis-garis hitam di sekujur dindingnya. Adapun warna dasar bangunan masjid ini abu-abu, didampingi warna putih dan hitam.

Masjid yang berluas 1.871 meter persegi itu hanya memiliki tiga warna, yakni putih, hitam, dan abu-abu. Abu-abu mendasari warna masjid. Dengan kombinasi tiga warna tersebut, masjid ini tampil gagah sekaligus elegan, cantik, modern, simpel, dan enak dipandang.

Menariknya, susunan batu bata berlubang yang ditata pada semua dinding. Lubang atau celah di antara bata solid itu, selain sebagai ventilasi udara, juga berfungsi meloloskan sinar matahari.

Celah-celah sebagai tempat angin masuk di keempat sisi dinding masjid menjadikan sirkulasi udara di ruang masjid begitu baik, sehingga tidak terasa gerah dalam ruangan meski tak ada AC atau kipas angin.

Masjid yang menghadap kiblat ini didesain terbuka sehingga menampakkan pemandangan alam. Seperti dikutip dari Wikipedia, saat senja, semburat matahari akan masuk dari bagian depan masjid yang tak berdinding itu.

Baca juga: Desain Serbaterbuka Masjid Al-Islah Singapura

Kalau dilihat dari kejauhan, tampak lafaz Arab yang terbaca sebagai dua kalimat tauhid, Laailaha Ilallah Muhammad Rasulullah, yang artinya “tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah”.

Keunggulan desain Masjid Al-Irsyad tampak pada embedding teks kaligrafi Arab dengan jenis tulisan khas sufi. Bentuknya dua kalimah tauhid yang melekat pada tiga sisi bangunan dalam bentuk susunan batu bata, yang dirancang sebagai kaligrafi tiga dimensi raksasa.

Di dalam interior masjid, ada 99 lampu yang dipasang yang merupakan simbol Asmaul Husnah (99 nama Allah). Masing-masing lampu yang berbentuk kotak itu, memiliki sebuah tulisan nama Allah. Tulisan pada lampu-lampu itu dapat dibaca secara jelas dimulai dari sisi depan kanan masjid hingga tulisan ke-99 pada sisi kiri bagian belakang masjid.

Ruang salat di masjid ini berkapasitas 1.500 jamaah. Tak adanya tiang atau pilar di tengah-tengah bangunan yang menopang atap masjid ini, membuat ruangan masjid terasa begitu luas. Hanya ada empat sisi dinding yang menjadi pembatas bangunan sekaligus penopang atapnya.

Lansekap dan ruang terbuka sengaja dirancang berbentuk garis-garis melingkar yang mengelilingi bangunan masjid. Lingkaran-lingkaran yang mengelilingi masjid itu terinspirasi dari konsep tawaf, yakni aktivitas mengelilingi Kabah pada ibadah haji.

Masjid yang diresmikan pada 27 Agustus 2010 ini mendapat penghargaan tingkat dunia. National Frame Building Association menetapkan masjid ini satu-satunya bangunan tempat peribadatan di Asia yang masuk lima besar Building of The Year 2010.

Bagian dalam Masjid Al-Irsyad. Foto: Staticflickr.com

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me