Pembangunan Rumah Sederhana Diharap Semakin Lancar

Big Banner

Semarang – Real Estate Indonesia (REI) Jawa Tengah berharap pembangunan rumah sederhana untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) semakin lancar seiring dengan dicabutnya sejumlah Peraturan Daerah (Perda) yang disinyalir menghambat pembangunan.

“Dari Kementerian Dalam Negeri ada sekitar 3.000 Perda yang dicabut, ini kebanyakan berkaitan dengan izin. Meski demikian, kami belum tahu Perda Kota Semarang tentang pembangunan properti yang dihapus apa saja,” kata Ketua REI Jateng MR Prijanto di Semarang, Senin (20/6).

Terkait hal itu, pihaknya sudah menyampaikan kepada Pemkot melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Diharapkan, langkah tersebut ditindaklanjuti oleh Bupati dan Wali Kota seluruh Jateng.

“Ada beberapa hal tentang Perda yang memberatkan pembangunan perumahan, yang pertama adalah kaitannya menyangkut andalalin (analisa dampak lalu lintas). Pelaksanaan agar dicermati, harapannya perumahan sejenis di daerah pelosok tidak perlu andalalin atau andalalin tersebut bisa diterapkan pada Perda yang lain yang sudah dikaji oleh Pemda,” katanya.

Menurut dia, tidak efektif apabila pengembang yang hanya memiliki lahan seluas 1-2 hektare harus dikenai kewajiban andalalin tersebut.

“Selain membutuhkan biaya untuk membuat tanda-tanda lalu lintas, waktu yang dibutuhkan untuk proses ini juga tidak sebentar,” katanya.

Selanjutnya adalah kebijakan mengenai kewajiban membangun sumur resapan. Pihaknya menilai kebijakan tersebut tidak efektif mengingat karakteristik antara lahan satu dengan yang lain tidak sama.

“Kalau sumur resapan ini dimasukkan dalam IMB harus diperhatikan kondisi lahan yang akan dibangun oleh pengembang. Ada daerah yang baru digali satu meter sudah keluar air, itu di daerah pantai. Sedangkan kalau di kawasan atas tanahnya padas, sehingga begitu digali tanahnya tidak dapat menyerap air,” katanya.

Melihat kondisi tersebut, kewajiban membuat sumur resapan tidak ada gunanya.

Selanjutnya, mengenai perhitungan bangunan untuk tahan gempa. Prijanto mengatakan, kebijakan tersebut perlu dicermati.

“Kalau diterapkan apakah sesuai dengan harga jual rumah murah ini, harapannya peraturan tersebut juga dikaji ulang,” katanya.

Dengan adanya pemangkasan beberapa peraturan yang kurang efektif, pihaknya berharap pembangunan rumah sederhana khususnya di Jateng terus meningkat.

/FER

ANTARA

beritasatu.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me